JAKARTA - Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) menawarkan ke Indonesia untuk bergabung kembali menjadi bagian dari negara-negara pengekspor minyak. Ajakan ini pun sudah diterima oleh pemerintah.
Lantas seperti apa respons pemerintah? Sebelumnya Indonesia menyatakan mundur dari keanggotaan negara pengekspor minyak.
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan benar bahwa Indonesia kembali ditawari Opec untuk bergabung. Namun untuk jawaban apakah menerima kembali pinangan tersebut, Arcandra tidak terang-terangan mengatakannya.
"Kita sudah kirimkan surat (balasan) ke Opec dan (surat) sudah ada di internal Opec," tuturnya dalam acara sarasehan Kementerian ESDM dengan Media, di Gedung Heritage, Jakarta, Jumat (7/7/2017).
Menurut Arcandra, pada intinya, bergabung atau tidaknya Indonesia ke dalam Opec, jalannya harus sesuai dengan strategi pengembangan migas di dalam negeri. Artinya, jika ada keputusan Opec tidak sejalan dengan strategi pemerintah, maka Indonesia siap mengundurkan diri.
"Kita kan mau meningkatkan produksi, tapi ada kebijakan cut off. Jadi kita ingin, ke depan hal ini diberikan pengecualian," ujarnya.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.