nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tanggung! Monumen Skotlandia Ini Tidak Selesai Pembangunannya

Rizkie Fauzian, Jurnalis · Sabtu 08 Juli 2017 00:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 07 07 470 1731470 tanggung-monumen-skotlandia-ini-tidak-selesai-pembangunannya-cWxu1inCet.jpg Foto: Amusing Planet

JAKARTA - Berdiri di Carlton Hill, sebuah bukit di tengah Edinburg, Skotlandia, bangunan yang menjadi situs warisan dunia. Monumen Nasional tersebut tak seperti lainnya yang dibangun dengan penuh kebanggan, namun menjadi proyek kekeliruan, rasa malu, aib, dan kebodohan.

Seperti dilansir Amusing Planet, Sabtu (8/7/2017), monumen ini seharusnya menjadi peringatan bagi para tentara Skotlandia dan para pelaut yang tewas dalam perang Napoleon. Jika bangunan rampung, maka akan menyerupai Parthenon ikonik Athena.

Semua orang Skotlandia diminta untuk mengumpulkan pilar-pilar, namun mereka dengan cepat kehilangan minat dan menolak menyumbang dana untuk penyelesaian monumen tersebut, sehingga strukturnya terus terbengkalai hingga dua ratus tahun.

Jika bangunan rampung, rencananya monumen akan digunakan untuk memperingati tentara perang Napoleon yang gugur. Monumen diusulkan pada 1816 oleh Highland Society of Scotland.

Proposal monumen tersebut menjadi daya tarik bagi banyak penduduk di Edinburg, seperti Sir Walter Scott, Lord Cockburn, bahkan keduanya ikut membantu mempromosikan proyek tersebut. Hingga pada 1822, batu fondasi pertama diletakkan dan disambut dengan upacara yang hebat dan megah.

Arsitek Charles Cockerall dab William Henry Playfair didapuk membuat rancangan monumen yang ambisius. Secara eksternal, struktur bangunan akan menyerupai Parthenon, namun bagian dalamnya akan dibuat gereja dan di bawahnya tempat dikuburkan tokoh-tokoh penting Skotlandia.

Perkiraan untuk proyek tersebut sebanyak 42.000 poundsterling, jumlah yang besar untuk saat ini, namun Highland Society of Scotland berhasil mengumpulkan hanya 16.000 poundsterling, dengan kemungkinan pemberian 10.000 poundsterling dari Parlemen. Meskipun dana tidak mencukupi, pembangunan tetap dimulai pada struktur pada 1826. Tidak mengherankan, hanya dalam tiga tahun, bangunan hanya ada dua belas pilar batu.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini