Image

Catat! Mentan Berambisi Tingkatkan Produksi Kopi Arabika

ant, Jurnalis · Selasa 18 Juli 2017, 17:14 WIB
https img z okeinfo net content 2017 07 18 320 1739184 catat mentan berambisi tingkatkan produksi kopi arabika pg6tEgm2BN jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Menteri Pertanian Amran Sulaiman ingin meningkatkan produksi kopi jenis arabika agar bisa setara jumlahnya dengan kopi jenis robusta melalui peremajaan (replanting).

Seusai melantik dua pejabat eselon satu, Amran mengatakan bahwa pemerintah ingin menaikkan peringkat Indonesia sebagai produsen kopi terbesar dunia.

"Kopi itu yang nomor satu dunia Brasil, berikutnya Vietnam, Kolombia, dan Indonesia. Ke depan kita akan ubah, produksi kita kejar hingga 1.000.000 ton per hektare agar bertengger di posisi dua dunia," katanya, Selasa (18/7/2017).

Amran menjelaskan alasan untuk mendorong produksi kopi arabika adalah karena harganya yang dua kali lipat lebih tinggi daripada kopi robusta. Namun, hampir 90% produksi kopi Indonesia adalah robusta.

"Kami akan upayakan (robusta) 50% turun populasinya. Di sisi lain, kami tingkatkan populasi arabika sehingga produksinya seimbang," tuturnya.

Pemerintah, lanjut Amran, akan menggandeng Kementerian Pertanian Vietnam untuk mempelajari produktivitas kopi lantaran negara itu dapat memproduksi hingga 2,5 ton hingga 3 ton kopi per hektare.

Kondisi tersebut masih jauh dari capaian Indonesia yang produktivitasnya hanya mencapai 0,6 ton per hektare.

"Kami sudah diskusi dengan Vietnam. Dalam waktu dekat, akan ada delegasi Indonesia untuk melihat produktivitas di sana. Ingat dahulu karet kita ajari mereka, sekarang gantian. Sebanyak 1 ton saja dahulu kita kejar," katanya.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang secara terpisah mengaku belum bisa menyebut jumlah luasan lahan replanting kopi dalam program tersebut.

Namun, dia mengatakan bahwa program tersebut menjadi prioritas lantaran saat ini hampir semua komoditas perkebunan sangat diminati pasar, baik luar maupun dalam negeri.

Bambang mengatakan bahwa produksi kopi yang mayoritas digarap perkebunan rakyat memang masih rendah, yakni hanya sekitar 700.000 ton per tahun "Ini sangat mungkin ditingkatkan. Sampai 2 ton per hektare juga bisa," pungkasnya.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini