Wih! Bank Indonesia Hancurkan 189.477 Lembar Uang Rupiah Palsu

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Rabu 26 Juli 2017 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 26 320 1744088 wih-bank-indonesia-hancurkan-189-477-lembar-uang-rupiah-palsu-jn0qAyclIK.jpg (Foto: Lidya/Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah menyerahkan temuan Rupiah atau uang paIsu sebanyak 189.477 Iembar kepada Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri. Uang palsu tersebut merupakan uang yang berasal dari hasil dari masyarakat yang sudah disetorkan ke perbankan.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi mengatakan langkah ini sebagai salah satu upaya penanggulangan tindak pidana pemalsuan uang.

"Pagi ini kita musnahkan 189.477 lembar Rupiah palsu. Masyarakat berhak untuk meminta klarifikasi kepada Bank Indonesia atas uang yang diragukan keasliannya untuk memperoleh keyakinan keaslian uang yang dimilikinya," ungkapnya di Gedung BI, Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Menurutnya, permintaan klarifikasi dimaksud dilandasi oleh Pasal 29 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang yang memberikan mandat kepada Bank Indonesia sebagai satu satunya Iembaga yang berwenang menentukan keaslian Rupiah.

Sehingga, untuk mendukung permintaan klarifikasi masyarakat dimaksud, Bank Indonesia memiliki Iaboratorium Bank Indonesia Counterfeit Analysis Center (BI-CAC) yang melakukan penelitian keaslian atas uang yang diragukan keasliannya.

"Apabila berdasarkan hasil klarifikasi, uang yang diragukan keasliannya ditetapkan asli maka Bank Indonesia akan melakukan penggantian terhadap uang dimaksud. Sebaliknya jika ditetapkan palsu maka setelah dilakukan pemetaan (sebaran dan klasifikasi), uang palsu dimaksud akan diserahkan kepada Kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan yang dimiliki KepoIisian," jelasnya.

Ia juga menjelaskan, secara umum kuaIitas uang palsu yang ditemukan dari seluruh daerah di Indonesia ini masih jauh dari sempurna. Karena semua uang palsu yang ditemukan tidak ada yang menggunakan bahan kertas uang dan menggunakan tehnik cetak yang sederhana sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengenalinya.

"Uangnya dibuat menggunakan alat-alat sederhana, sehingga orang awam sekalipun bisa membedakannya," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini