Sementara itu Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Agung Setya, mengatakan bahwa hal ini karena sistem yang semakin canggih dan masyarakat semakin pintar.
"Ini adalah sistem bagaimana kita punya satu sistem temukan uang palsu di seluruh Indonesia, hari ini kita musnahkan 189.477 lembar ditemukan bank. Saya ingin pastikan bahwa bagaimana cara kita cari dan temukan uang palsu sudah lebih baik. Kami sudah menerima uang palsu dari BI dan sudah masukkan data base dan sudah identifikasi dibuat siapa dan dibuat di mana dan jaringan mana," jelasnya.
Selain itu, Suhaedi mengatakan uang yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia sudah semakin aman dan tidak mudak untuk ditiru. Hal ini karena mesin pembuatnya yang semakin canggih.
"Kita harus menunggu mengenali uang aslinya, ciri-ciri keaslian uang rupiah, miliki tanda-randa dan ciri-ciri yang lebih mudah dilihat dari unsur pengamannya, bisa dilakukan dengan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) kalau uang Rp100.000 kita tahu warna merah jadi kalau tidak warna merah berarti palsu," tukasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.