Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Soal Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Menteri PUPR: Presiden Sudah Oke, Preferensinya Jepang

Dedy Afrianto , Jurnalis-Rabu, 26 Juli 2017 |17:04 WIB
Soal Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Menteri PUPR: Presiden Sudah Oke, Preferensinya Jepang
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Proyek kereta Jawa Utara atau kereta cepat Jakarta-Surabaya saat ini masih dalam tahap kajian. Rencananya, proyek ini akan dikerjakan bersama dengan Jepang.

Hingga saat ini, pemerintah memang belum memastikan kerjasama dengan negara tertentu terkait proyek ini. Namun menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Presiden Joko Widodo telah memutuskan untuk mengutamakan Jepang dalam megaproyek ini.

Baca juga: Apa Kabar Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya?

"Tadi Presiden sudah oke, preferensinya Jepang," kata Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya ini pun sempat dibahas oleh Presiden Jokowi dalam pertemuannya dengan Presiden Japan International Cooperation Agency (JICA) Shinichi Kitaoka. Selain fokus pada kereta cepat, pemerintah juga berharap agar JICA dapat berkontribusi pada proyek lainnya di luar Pulau Jawa.

"Diminta irigasi, kelistrikan karena tujuan pemerataan pembangunan," ujar Basuki.

Kawasan Indonesia Timur juga turut menjadi perhatian dari pemerintah. Proyek irigasi juga diharapkan dapat dibangun pada daerah Sulawesi.

"Ini kan semua sumber dana di-explore karena Rupiah sudah terbatas," ujarnya.

Pemerintah saat ini juga tengah melakukan pembangunan lainnya yang diharapkan dapat meratakan pertumbuhan ekonomi. Beberapa BUMN pun digandeng dalam proyek ini, salah satunya PT Hutama Karya (Persero) dalam proyek pengoperasian tol akses Tanjung Priok.

"Untuk akses toll road Tanjung Priok Rp4 triliun sekarang lagi diparaf Menteri Keuangan," pungkasnya.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement