nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wih, Wamen ESDM Sediakan Karpet Merah untuk Perusahaan Dalam Negeri Menyerap Gas Masela

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 30 Juli 2017 13:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 30 320 1746544 wih-wamen-esdm-sediakan-karpet-merah-untuk-perusahaan-dalam-negeri-menyerap-gas-masela-IP0wc06pG0.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencari penyerap (offtaker) gas Blok Masela. Perusahaan dalam negeri pun diprioritaskan untuk menggarap gas ini.

 Baca juga: Sempat Bikin Gaduh, Begini Perkembangan Terkini Proyek Blok Masela

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengarakan, sekarang surat dari SKK Migas dalam pengelolaan Blok Masela sudah disampaikan ke Inpex Corporation, harusnya mereka sudah bisa mulai mengembangkan Ladang Gas Abadi.

"Sekarang surat SKK Migas sudah diberikan. Kemudian salah prosesnya gasnya itu offtaker-nya siapa, itu sedang kita carikan," ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Minggu (30/7/2017).

Menurut dia, pemerintah utamakan penyerap gas dari dalam negeri dahulu, tapi tidak menutup kemungkinan juga dari luar. Yang utama sebenarnya adalah produk memperpanjang rantai gas sehingga tidak hanya sampai LNG tapi bisa juga sampai petrochemical atau pupuk.

"Semakin panjang kan semakin bagus. Tapi nanti kita utamakan yang dalam negeri dulu ada gak yang berminat," ujarnya.

Pencarian perusahaan penyerap gas Blok Masela akan dilakukan dalam waktu tiga bulan ini. Seperti diketahui ada beberapa nama perusahaan yang dikabarkan minati serap gas Masela seperti PT Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara dan PT Perusahaan Listrik Negara.

"Tiga bulan ini dicari. Sejauh ini sudah ada beberapa, tapi detailnya ada di SKK Migas. Beberapa perusahaan itu ada dari dalam dan luar,"ujarnya.

Sebagai informasi, PT Pertamina (Persero) dikabarkan mundur sebagai salah satu penyerap gas Blok Masela. Namun ada BUMN energi lain yang menyatakan minat untuk menyerap gas pipa di Lapangan Gas Abadi yakni PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim mengatakan, masih terlalu dini untuk membicarakan Blok Masela, karena volume dan segala hal lainnya masih dalam taha pre-FEED.

"Long term (ada penawaran) sih tertarik kita. Apalagi dikembangkan industri di sana di wilayah Masela sana. Sayang juga gas hanya dipakai buat bahan bakar, ya kita berpikir kenapa enggak dikembangin untuk industri petrokimia," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini