nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dana Haji untuk Infrastruktur, Menteri PUPR: Belum Ada Wacana Itu!

Dedy Afrianto, Jurnalis · Selasa 01 Agustus 2017 17:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 01 320 1747888 dana-haji-untuk-infrastruktur-menteri-pupr-belum-ada-wacana-itu-khIxCtz9kw.jpg Ilustrasi: (Foto: Antara)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu meminta agar dana haji di Indonesia digunakan untuk sektor produktif. Jokowi pun mencontohkan proyek infrastruktur seperti jalan tol hingga bandara untuk dapat digunakan sebagai tujuan investasi dana haji.

Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, saat ini belum terdapat rencana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menggunakan dana haji pada sektor pembangunan infrastruktur. Namun, Basuki menilai bahwa dana haji memang bisa saja diinvestasikan oleh pemerintah.

"Saya sampai hari ini belum ada wacana dan perintah untuk itu. Saya kira itu masih, bukan untuk proyek maksud saya. Investasi kayaknya," kata Basuki di Gedung Krida Bhakti Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Selasa (1/8/2017).

Hanya saja, jika memang digunakan untuk infrastruktur, maka pemerintah tak dapat menggunakan dana haji untuk membangun proyek sebuah profesi. Menurut Basuki, dana haji ini hanya bisa diinvestasikan untuk proyek yang telah selesai dibangun.

Baca Juga:

"Investasi dan biayai proyek ini beda. Harus dibedakan itu. Kalau investasi misal jalan tol sudah jadi ya dibeli, itu bisa. Tapi kalau bangun jembatan pakai dana haji ya enggak. Pasti enggak, karena uangnya mandek. Siapa yang bayarin hajinya nanti? Ini investasi bukan bayarin proyek," ujarnya.

Pemerintah saat ini memang tengah gencar dalam melakukan pembangunan infrastruktur. Berbagai proyek jalan tol pun saat ini tengah dibangun. Salah satunya adalah Tol Bawean-Salatiga yang operasionalnya ditargetkan pada tanggal 13 Agustus mendatang. Tak hanya itu, jalan tol lainnya kita tengah gencar dibangun oleh pemerintah.

"Gempol-Pasuruan, Surabaya-Mojokerto, Kertosono-Mojokerto, Solo-Ngawi, ini udah operasi semua. Akhir tahun depan nyambung Surabaya udah realistis. Tinggal Salatiga-Solo yang baru sekarang baru 10% kayaknya. Tapi tanahnya sudah kebuka 32 km. Akhir 2018 Insya Allah nyambung Surabaya. Kalau sampai mudik 2018, tidak ada darurat dan underpass ini lebih lancar," jelasnya.

Tak hanya jalan tol, pemerintah juga gencar membangun flyover. Pembangunan berbagai proyek ini pun diharapkan dapat menyerap dana investasi dari para investor.

"Flyover ke Prupuk masih ada satu, kan tadinya ada pindahkan jalan, yang terakhir pindahkan jalan enggak selesai 9 bulan akhirnya dibikin underpass agar lebih lancar," ujarnya.

Baca Juga:

Sebelumnya, menurut Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, dana haji ini nantinya bisa diinvestasikan pada proyek infrastruktur. Menurut Darmin, proyek infrastruktur bisa memberikan keuntungan yang lebih besar, yaitu mencapai 12%. 

"Jadi yang pasti dana seperti kan dana jangka panjang. Itu kalau ditaruh saja di deposito berapa sih bunganya? 5%-6% cuma segitu deposito. Tapi kalau ada investasi infrastruktur paling sedikit IRR (Internal Rate of Return) 12%-13%, itu pasti profitnya lebih gede," kata Darmin.

Surat berharga negara lainnya juga dapat digunakan sebagai instrumen investasi, salah satunya adalah obligasi. Namun, hal ini masih akan dikaji kembali oleh pemerintah.

"Kalau nanti diterbitkan obligasi itu bukan pembiayaan ditaruh duitnya begitu saja.  Itu pasti harus dibuat surat obligasi sehingga dia akan menerima return sebulan pasti lebih tinggi dari deposito. Pasti lebih tinggi dari SUN. Pasti lebih tinggi dari bagi hasilnya saham," ujar Darmin.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini