Share

Wih! Holding BUMN Jasa Sertifikasi Selesai pada 2018

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 02 Agustus 2017 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 02 320 1748293 wih-holding-bumn-jasa-sertifikasi-selesai-pada-2018-e4MnSMBDGk.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA – Rencana pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jasa inspeksi, pengujian, dan sertifikasi yang ditargetkan rampung pada 2017 harus diundur hingga 2018.

Ketiga BUMN yang direncanakan akan dibentuk holding, yakni PT Surveyor Indonesia (PTSI), PT Sucofindo (Persero), dan PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Direktur Utama Surveyor Indonesia M Arif Zainuddin menjelaskan rencana pembentukan holding BUMN tersebut masih terkendala oleh studi untuk memutuskan spesialisasi masing-masing tiga perusahaan yang akan bergerak di bidang jasa inspeksi, pengujian, dan sertifikasi.

“Target holding tidak tahun ini karena progresnya yang lama, masih terkendala studi untuk spesialisasinya, targetnya pada 2018 untuk holding,” kata Arif kepada sejumlah media di Jakarta.

Sebelumnya, Kementerian BUMN berencana melakukan merger perusahaan pelat merah bidang jasa inspeksi, pengujian, dan sertifikasi. Namun, pemerintah lebih memilih membentuk holding BUMN. Rencana tersebut seharusnya ditargetkan rampung pada 2017. PT BKI akan bertindak sebagai induk dari holding BUMN bidang sertifikasi tersebut. Adapun, tujuan pembentukan holding ini untuk meningkatkan peran BUMN survei dan sertifikasi di Indonesia di tengah banyaknya pemain asing yang bergerak di sektor yang sama.

Baca Juga:

Menurut Arif, pembentukan holding BUMN ini akan memperbesar pangsa pasar (market share) jasa sertifikasi dan survei di Tanah Air. Jika digabungkan, saat ini pangsa pasar ketiga BUMN tersebut mencapai 30,31%. Dia berharap dalam dua tahun ke depan bisa meningkat hingga 50%. “Jika menjadi holding kita tidak berebut market share tapi bersatu dan bersaing dengan asing, tahun ini ditargetkan market share-nya bisa mencapai 36%-37%,” ujar dia.

Berdasarkan data yang diperoleh PT Surveyor Indonesia, sepanjang tahun lalu pangsa pasar perusahaan asing yang bergerak di sektor inspeksi, pengujian, dan sertifikasi mencapai 60%. Sisanya sekira 30%- 32% perusahaan BUMN dan 8% perusahaan swasta. “Untuk PT Surveyor Indonesia market share-nya sekitar 10%-11%, tahun ini kami menargetkan bisa mencapai 14% karena pertumbuhan dari empat sektor, yakni institusi kelembagaan, infrastruktur, minerba, dan migas sistem pembangkit,” ujarnya.

Baca Juga:


Hingga semester I/2017 perseroan membukukan kontrak baru Rp1,8 triliun yang sebagian besar atau sekitar 30% berasal dari sektor penguatan institusi kelembagaan. PTSI juga membukukan pendapatan sebesar Rp401 miliar atau tumbuh 12,6% dibandingkan semester I/2016. Untuk laba sebelum pajak tercatat Rp73 miliar yang juga naik 48,4%.

“Hingga akhir tahun ini target pendapatan kami Rp1,1 triliun naik 20% dari tahun lalu dengan laba Rp401 miliar naik 36% hingga semester I untuk pendapatan telah tercapai sekira 36%,” papar dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini