JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga menargetkan peningkatan pangsa perdagangan bahan bakar minyak (BBM) industri, dari saat ini sebesar 15% menjadi 20%. Perseroan menyiapkan strategi layanan total serta pengembangan potensi bisnis baru untuk mencapai target tersebut.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Gandhi Sriwidodo mengatakan, pihaknya optimistis mampu mencapai target tersebut melalui metode total energy services. ”Dengan metode tersebut, Patra Niaga mengelola kebutuhan energi konsumen secara menyeluruh sehingga pelanggan dapat fokus sepenuhnya pada operasional bisnis dan produksi,” tuturnya di Jakarta.
Pada beberapa tahun terakhir, Gandhi mengakui bahwa perdagangan BBM industri saat ini menghadapi sejumlah tantangan, antara lain, akibat turunnya harga minyak dunia, regulasi impor, situasi pasar industri dan tambang sebagai konsumen utama, hingga fluktuasi nilai tukar rupiah. Namun, imbuh dia, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk meminimalkan dampak situasi eksternal. Karena itu, Patra Niaga mampu berada pada posisi kedua dalam penguasaan pangsa pasar BBM industri, setelah induk usahanya, PT Pertamina (Persero).
Baca Juga:
”Harga minyak yang turun dari USD100 per barel menjadi USD60 per barel mengharuskan Patra Niaga menerapkan efisiensi dalam produksi maupun operasional. Kita juga terus mencari customer baru dan penambahan volume,” paparnya. Hasilnya, pencapaian laba bersih Patra Niaga dalam tiga tahun terakhir meningkat cukup signifikan, yaitu USD37 juta pada 2014, USD67 juta pada 2015, dan mencapai USD96 juta pada 2016. ”Meningkat 259% atau hampir tiga kali lipat,” kata dia. Mengenai pengembangan bisnis, Direktur Operasi Pertamina Patra Niaga Abdul Cholid mengatakan bahwa Patra Niaga juga menyiapkan skema stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) skala kecil atau SPBU mini.
Baca Juga:
SPBU mini tersebut, menurutnya, akan menggunakan dispenser resmi yang memiliki standar keamanan. Dia mengatakan, setidaknya akan ada satu dispenser yang melayani penjualan pertalite dan pertamax series. ”SPBU mini ini ditargetkan untuk pengguna kendaraan roda dua,” jelasnya. Menurut dia, nilai investasi SPBU mini diperkirakan berkisar Rp1 miliar. Namun, imbuh dia, nilai tersebut belum merupakan perhitungan akhir.
”Masih perlu mematangkan berbagai pertimbangan. Jika dibandingkan dengan SPBU ukuran normal, nilai investasinya mencapai Rp6 miliar,” ujarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.