Presiden Direktur Erwin Kusnadi mengatakan bahwa perseroan telah melewati berbagai proses untuk melantai dan menjadi anggota Bursa Efek Indonesia.
"Kami terus mengedepankan inovasi dan menjaga keberlangsungan proyek kami yang beragam," ujarnya di Gedung BEI, Senin (7/8/2017).
Perseroan menawarkan saham perdana di pasar sebanyak-banyaknya 3 miliar saham atau 27,27% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Dengan harga pelaksanaan tersebut, emiten properti ini meraih dana segar sekira Rp309 miliar melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).
Baca juga: Waduh! Perusahaan IPO Indonesia Terbanyak tapi Dananya Paling Minim
Menurut Erwin, 25% dana yang diperoleh dari IPO ini akan dipergunakan untuk peningkatan penyertaan modal dari entitas anak PT Ayana Hotel Indonesia serta PT Samudera Parama Avirodha.