MALUKU BARAT DAYA - Menteri BUMN Rini Soemarno menginginkan agar produksi PT Garam meningkat setiap tahunnya. Bahkan pada 2018, Rini menargetkan produksi PT Garam meningkat hingga 100%.
"Jadi kita harapkan tahun depan Insya Allah. Saya targetkan tahun depan itu PT Garam produksinya double," kata Rini di Pulau Liran, Maluku Barat Daya, Senin (8/7/2017).
Rini pun telah memiliki strategi khusus untuk meningkatkan produksi garam pada 2018. Kerjasama dengan masyarakat pun menjadi salah satu kunci dari peningkatan produksi ini.
"Kita memang ada lahan di Madura dan kita ada lahan di Kupang sekarang sudah baik. Ternyata memang kita melihat, kita mendorong sekarang PT Garam untuk bagaimana bekerja sama dengan masyarakat. Jadi kita membantu mereka untuk bekerja sama dengan masyarakat untuk memberikan modal kepada masyarakat, sehingga mereka bisa menggarap lahannya lebih baik," ujarnya.
Khususnya untuk di daerah Madura, Rini meminta agar PT Garam dapat mengajak masyarakat untuk bekerja sama dalam meningkatkan produksi garam. Selain itu, potensi lahan tidur di Kupang seluas 1.700 hektare juga diharapkan dapat dimanfaatkan.
"Jadi ini ada PT tapi sudah terlantar sudah 17 tahun. Jadi kita minta BPN (Badan Pertahanan Nasional), itu kan bisa kita anggap lahan negara dan tentunya bisa dimanfaatkan dengan kerjasama bersama masyarakat," ungkap Rini.
Program ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam waktu dekat. Dengan begitu, diharapkan tak lagi terjadi kelangkaan garam pada berbagai daerah seperti beberapa waktu lalu. "Makanya kenapa garam rakyat itu kalau bisa kita sistem inti-plasma. Sistem pengairannya harus bagus. Jadi kalau bisa meja-meja garamnya itu harus rapi dan tepat sinar matahari," ujar Rini.
Kerjasama ini nantinya juga dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat. Akses modal pun akan disediakan melalui kredit usaha rakyat (KUR).
"Waktu itu kita kan pernah dapat modal, tetapi pada dasarnya yang utama memang kerjasama dengan perbankan dengan KUR, karena kita hitung kalau masyarakat bisa bekerja sama dengan kita, dapat kredit usaha rakyat, itu pendapatan per tahunnya tinggi. Net-nya itu bisa mencapai Rp30 juta," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)