JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II 2017 sebesar 5,01% year on year (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan kuartal II 2016 yang sebesar 5,18%.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, selama kuartal II-2017 yang paling tumbuh signifikan dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). Selain itu kondisi ekspor dan impor masih dinilai akan tumbuh.
"Kalau dilihat sumber pertumbuhan ekonominya sebenarnya pertama, PMTB. Ekspor-impor sudah mulai sedikit menurun growth-nya, melambat tapi masih tumbuh. Konsumsi rumah tangga masih 4,95% dibanding kuartal I masih sedikit lebih baik tapi dibanding tahun lalu sedikit lebih rendah," ungkap Darmin di kantornya, Jakarta, Selasa (8/8/2017).
Baca Juga:
Pertumbuhan Ekonomi 5,01% di Kuartal II, Begini Reaksi Gubernur BI
Ekonomi Tumbuh 5,01%, Kepala BPS: Ini Bagus di Tengah Perekonomian Global yang Tak Menentu
Menurutnya, konsumsi rumah tangga masih mendominasi mendorong pertumbuhan ekonomi dengan capaian normal sekira 5% atau sedikit di atas 5%. Namun dengan capaian di bawah 5% yakni dengan capaian 4,95% tidak bisa juga dijadikan patokan bahwa pertumbuhannya menurun.
"4,95% itu tidak mengonfirmasi terjadi pelemahan (konsumsi rumah tangga)," jelasnya.
Darmin menjelaskan, sebenarnya konsumsi rumah tangga yang melemah hanya pada data per akhir Juni pada saat lebaran berbeda dengan tahun 2016 yang lebarannya jatuh pada Juli yang masuk ke kuartal III. Pasalnya saat Lebaran yaitu akhir Juni 2017, banyak masyarakat yang menahan atau menabungkan uangnya hingga akhir Juni untuk dibelanjakan di kampung.
"Itu pun sebenarnya masih harus diberi catatan, itu data per akhir Juni pada saat Lebaran. Itu jangan lupa masyarakat kita pas mau lebaran itu nahan uang dulu karena mau pulang, mau belanja dia di kampung, supaya keren. Itu sangat normal," jelasnya.
Baca Juga: Wah, 58,65% Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Pusaran Pulau Jawa
Menurut Darmin, memang sudah umumnya masyarakat menahan belanja dan membelanjakan saat pulang kampung. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa Juli 2016 itu konsumsi rumah tangga juga melambat dan Juni 2017 ini mulai meningkat.
"Jangan terlalu melihat sehingga itu terjadi pelemahan. Nanti dulu, ada hal-hal yang membuat orang siapa yang mau belanja banyak padahal dia mau pulang. Pasti ada yang mau nunjukin ekonominya di kampung," tukasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.