Sementara itu, Lalan Mabal, salah seorang warga lainnya mengatakan, akses listrik ini memang begitu dimanfaatkan oleh masyarakat pada malam hari. Hiburan pun baru diperoleh pada malam hari oleh masyarakat setempat.
"Ya kalau tidur jam 12 atau jam 2 (dini hari). Hiburannya baru malam. Jadi sambil ngobrol-ngobrol," ungkapnya.
Akses listrik pada daerah ini rencananya akan dapat dinikmati 24 jam setelah semua rumah penduduk dapat menikmati akses listrik secara merata. PLN pun masih terus berupaya untuk memberikan akses listrik pada daerah lainnya di kawasan perbatasan Indonesia dengan Timor Leste ini.
"Ini menunggu setelah terpasang seluruhnya katanya baru jadi 24 jam," ujar Lalan.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.