Image

Ke Pesantren, Menteri Susi: Kami Ingin Santri Tercukupi Asupan Ikannya

ant, Jurnalis · Minggu 13 Agustus 2017, 16:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 13 320 1755137 mantap-menteri-susi-ingin-pesantren-mandiri-sektor-perikanan-cYTY34rN05.jpg (Foto: Ant)

JOMBANG - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ingin agar pesantren di Indonesia bisa mandiri di sektor perikanan, sebagai upaya mencukupi kebutuhan protein untuk para santri sehingga mereka bisa menjadi generasi yang cerdas.

"Kami ingin agar para santri bisa mendapatkan cukup asupan ikan, asupan protein untuk anak-anak supaya pintar. Bangsa indonesia menjadi bangsa yang kompetitif sama pintarnya dengan orang luar (negeri)," katanya saat berkunjung ke SMA Trensains Tebuireng, Pondok Pesantren Tebureng II, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (13/8/2017).

Menteri Susi yang ditemui dalam acara penebaran perdana benih ikan lele sistem bioflok tersebut mengatakan, pemerintah memang sengaja memberikan bantuan ikan lele pada sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur. Pondok pesantren menjadi salah satu tujuan, sebab di tempat tersebut santri tinggal.

"Banyak anak-anak di situ, anak-anak bangsa. Kami juga ke sekolah, tapi sekolah kadang hanya jam kerja saja, sehingga kami sementara ke pondok karena anak-anak 'full' di situ," tuturnya.

Baca juga:

Siapkan 994 Kapal Bantuan bagi Nelayan, Menteri Susi Gelontorkan Rp361 Miliar

Mantap! Menteri Susi Gaet JICA Tingkatkan Infrastruktur Kelautan-Perikanan


Dalam kesempatan tersebut, ia ingin agar anak-anak Indonesia menjadi anak yang lebih cerdas. Saat ini tuntutan globalisasi dan kompetisi di dunia semakin berat, sehingga memang sudah saatnya memulai dengan kerja keras dan spirit yang tidak boleh melemah.

"Manusia Indonesia harus dipersiapkan dengan lebih baik untuk menjadikan manusia yang lebih kuat, lebih punya semangat dan punya prinsip serta tujuan dalam hidupnya, terutama dari menjaga arus pengaruh idiologi aliran yang bisa mengganggu ketenangan hidup berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan agama memang menjadi pilar penting yang akan tetap menjaga norma aturan serta etika hidup berbangsa, berkomunikasi dan juga tata negara. Untuk itu, ia menyebut tanpa agama yang kuat, negara akan kehilangan arah, stabilitas politik dan ekonomi menjadi tidak baik.

Susi menambahkan, pondok pesantren juga merupakan cikal bakal pendidikan selain sekolah umum. Ia pun optimistis, dengan pondok pesantren akan lebih mengintensifkan dan mempunyai waktu lebih banyak dalam mengaplikasikan beragam pelatihan.

Baca juga:

Gandeng Pertamina, Menteri Susi Jamin Pasokan BBM untuk Nelayan

Buka Identitas Kapal Nakal, Menteri Susi Bakal Buat Petisi!


Ia juga mengatakan, untuk saat ini pemerintah memberikan bantuan berupa sistem budi daya bioflok. Dengan sistem itu, diharapkan pesantren bisa membuat budi daya ikan, untuk kecukupan gizi bagi para santri. Diharapkan tingkat konsumsi makan ikan juga lebih tinggi, bisa makan 1 kilogram per pekan, sehingga dalam satu tahun tingkat konsumsinya bisa sampai 50 kilogram per anak, sedikit di atas target pemerintah 46 kilogram per anak per thun.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Susi juga menyerahkan bantuan program gerakan pakan mandiri kelompok budi daya ikan dan pondok pesantren, bantaun pakan, sarana pengolahan, bantuan sarana budi daya lele sistem bioflok untuk 21 penerima pondok pesantren se-Jatim, dengan total nilai sekitar Rp6,8 miliar.

Selain Menteri Susi dan pejabat di bawahnya, dalam acara itu juga dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, KH Sholahudin Wahid, sejumlah perwakilan pondok pesantren penerima bantuan, serta tamu undangan lainnya.

Menteri Susi memberikan bantuan secara simbolis tersebut, termasuk meninjau lokasi kolam budi daya lele dengan sistem bioflok. Menteri Susi juga menyaksikan langsung penebaran perdana benih ikan lele tersebut.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini