Kepala Disperindag Pemkab Lamongan Muhammad Zamroni mengakui temuan garam bercampur kaca itu memang dia terima. “Namun setelah diperiksa dengan memasukkan garam itu ke dalam gelas untuk diaduk, hasilnya semua unsur larut dan disimpulkan tidak ada unsur kaca pada garam tersebut,” kata dia.
Meski tidak ada unsur kaca, mantan Camat Glagah ini mengakui garam tersebut awalnya sulit larut, karena merupakan garam produk lama yang dijual kembali ke masyarakat.
Baca Juga:
Memang diakui, mahalnya harga garam dalam beberapa bulan terakhir berimplikasi rasa kekhawatiran semua pihak, tidak hanya membuat ramai warga Lamongan dengan temuan itu, namun juga seluruh pelosok Tanah Air.
(Widi Agustian)