JAKARTA - Pemerintah kerap meningkatkan anggaran dana desa setiap tahunya. Pada saat awal diluncurkan, dana desa hanya dialokasikan sebesar Rp20 triliun, kemudian ditingkatkan menjadi Rp47 triliun dan tahun ini naik menjadi Rp60 triliun.
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan, meningkatnya dana desa setiap tahunya merupakan kepercayaan besar yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, Presiden Jokowi ingin pembangunan bisa dilakukan lewat pintu pinggiran, dalam hal ini perdesaan.
"Desa harus diberikan kesempatan, supaya daerah pinggiran untuk membangun wilayah masing-masing," ujarnya, dalam sebuah diskusi Forum Merdeka Barat 9 di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Sabtu (19/8/2017).
Meskipun, lanjut Eko, pada awalnya pihaknya sangat khawatir dengan kenaikan dana desa setiap tahunnya. Pasalnya, para aparatur dan pemimpin desa dinilai belum siap menerima uang yang nilainya puluhan triliun tersebut.
"Kita semua tahu aparat desa semua belum siap mengelola dana desa, karena mayoritas kepala desa tamatan SMP untuk di luar Jawa. Cuma Pak Presiden berkomitmen kalau tidak dimulai mereka tidak akan siap," jelasnya.
Sebagai informasi, pemerintah berencana mengalokasikan dana sebesar Rp120 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018. Angka tersebut naik dua kali lipat dari besaran dana yang dikucurkan kepada desa pada 2017 yang hanya sebesar Rp60 triliun.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.