JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, masih ada 80 juta bidang tanah di Indonesia belum memiliki sertifikat. Jokowi menjelaskan, secara total Indonesia memiliki 126 juta bidang tanah. Sayangnya baru 46 juta bidang tanah yang memiliki sertifikat.
"Artinya masih ada 80 juta sertifikat, masih banyak sekali," kata dia di Lapangan Park & Ride, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (20/8/2017).
Banyaknya lahan yang belum besertifikat membuat Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) bekerja lebih keras. Tak tanggung, Jokowi meminta Kementerian ATR mengeluarkan 7 juta sertifikat tanah untuk masyarakat.
Baca Juga:
Mantap! Presiden Jokowi Bagikan 7.500 Sertifikat Tanah Wilayah Jabodetabek
Kabar Baik, Menkeu Bakal Tambah Dana Sertifikasi Lahan Rp1,1 Triliun di APBNP 2017
"Menteri BPN (Sofyan Djalil) saya minta jangan hanya 500-600 sertifikasi yang diberikan. Tahun ini harus diselesaikan 5 juta saya minta. Tahun depan 7 juta, tahun depan lagi 9 juta," tuturnya.
Jokowi menegaskan, sertifikat tanah harus diberikan supaya tidak ada lagi masalah sengketa lahan yang selama ini terjadi. Sebab, tidak adanya sertifikat menyebabkan adanya sengketa lahan antara masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan perusahaan dan masyarakat dengan pemerintah.
"Saya pergi ke mana-mana keluhannya itu. Jadi ini harus dipercepat 80 juta sertifikasi yang belum itu," tandasnya.
Baca Juga:
Menko Darmin: Sudah 72 Tahun Indonesia Terlambat Benahi Persoalan Tanah
Wamenkeu: 71 Tahun Merdeka Sertifikasi Tanah Belum Diberikan Perhatian Khusus
Sekadar menambahkan, hari ini Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) membagi sertifikat tanah untuk wilayah DKI Jakarta, pagi ini. Sertifikat secara simbolis diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Sertifikat yang akan dibagikan sebanyak 7.500 sertifikat tanah di seluruh wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.