JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri penyerahan 7.500 sertifikasi lahan rakyat untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Seperti biasa, dalam pengarahannya Presiden meminta beberapa orang untuk naik ke atas panggung dan diminta menjawab beberapa pertanyaan darinya.
Secara acak dia memilih orang yang dalam hal ini penerima sertifikat tanah untuk maju. Dan akhirnya dia menunjuk seorang bapa untuk maju ke depan.
"Silakan maju dan perkenalkan diri," tanya Presiden, di Lapangan Park & Ride, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (20/8/2017).
"Nama Jarwo Susilo, saya tinggal di Radio Dalam, Kebayoran Baru," jawab Jarwo.
Baca Juga:
Ada Sertifikat Tanah, Menteri Sofyan: Kalau Perlu Modal ke Bank Tidak Perlu Rentenir
Catat! Seluruh Lahan di Jakarta, Jabar dan Banten Ditargetkan Punya Sertifikat Tahun Depan
Sebelum pertanyaan dimulai, Jokowi meminta Jarwo untuk menjawab berapa lahan dalam sertifikatnya. Hal tersebut dilakukan karena banyak masyarakat yang tidak paham berapa lahan yang dimiliki.
"24 meter persegi Pak, kecil tanahnya," ujarnya.
"Kecil-kecil tapi kan di Kebayoran, sudah berapa puluh juta tanah di sana," sambung Jokowi.
Untuk mengetahui bagaimana pengurusan sertifikasi lahan, Jokowi pun kembali menanyainya. Berapa lama Jarwo mengurus sertifikat tanah tersebut.
"Sudah dua tahun," kata Jarwo.
Baca Juga:
Tambah Juru Ukur 2 Kali Lipat, Jokowi Yakin Proses Sertifikasi Tanah Semakin Cepat
Waduh! Ternyata Balai Kota dan Monas Belum Memiliki Sertifikat Tanah
Dalam arahannya, Jokowi pun langsung memberikan peringatan kepada pihak-pihak utamanya di Kementerian ATR/BPN untuk tidak menghambat lagi proses sertifikasi. Bahkan dalam pengurusannya, proses sertifikasi harus cepat selesai.
"Hati-hati saya pantau, jangan ada yang bermain-main, saya peringatkan. Semua harus cepat dan dilayani, juru ukur kurang kita tambahi terus. Masa pemerintah ngurus sertifikat sulit," tuturnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.