KLATEN - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi keberhasilan Desa Ponggok, Klaten dalam pengelolaan dana desanya. Pasalnya dengan pengelolaan ini desa Ponggok menjadi desa wisata yang banyak menarik minat pengunjung.
"Saya pergi ke Klaten dalam rangka untuk melihat salah satu contoh mengenai dana desa yang digunakan seperti diketahui bahwa di dalam APBN desa mendapatkan anggaran dari APBN secara langsung jumlahnya untuk tahun 2017 Rp60 triliun," ungkap Sri Mulyani di Klaten, Rabu (23/8/2017).
Baca Juga: Baru Kali Ini! Sri Mulyani Senang Pengelolaan Dana Desa Berhasil di Ponggok
Sementara itu, Kepala Desa Ponggok Junaedhi Mulyono mengatakan, alokasi dana desa yang disalurkan pemerintah salah satunya digunakan untuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pengembangan ini juga membantu perekonomian masyarakat sekitar.
"Warung itu (contohnya) fasilitas dari BUMDes untuk dagang masyarakat. Dari dana desa 2015. Dana desa 2015 Rp300 juta sekian, kemudian Rp600 juta dan sekarang Rp800 juta. Penduduk 2.300 atau 700 kepala keluarga. Mimpinya mengembangkan holding yang ada di BUMDes," kata Junaedhi.
Baca Juga: Anggaran Dana Desa Rp60 Triliun, Penduduk Miskin Berkurang?
Menurut Junaedhi, pada tahun 2016 desanya mendapatkan keuntungan sebesar Rp10,3 miliar dari pengembangan dana desa tersebut. Keuntungan tersebut dipakai untuk menyejahterakan masyarakatnya.
"Tahun 2016 kami dapat keuntungan Rp10,3 miliar itu 30% untuk desa. Kementerian desa juga sudah MoU Dengan Bulog juga untuk membentuk holding," jelasnya.
Selain itu, ia juga memaparkan di Desa Ponggok dilakukan program agar setiap rumah atau kepala keluarga memiliki satu anak sekolah hingga jenjang mahasiswa. Sehingga setiap bulan anak tersebut di beri anggaran Rp300.000 per bulan.
"Kami punya program satu rumah satu mahasiswa jadi kami subsidi 300 ribu per bulan. Kami sudah punya ATM semua penduduknya jadi tinggal transfer saja. Satu rumah satu sarjana itu juga keprihatinan kami kalau tidak lulus kuliah pasti. Sekarang ada 43 sarjana di desa," ceritanya ke Sri Mulyani.
Baca Juga: Dana Desa Disalahgunakan, Segera Laporkan ke 1500040!
Sementara itu, sejak menjadi desa wisata dan menjadi contoh penggunaan dana desa yang baik, desa Ponggok menjadi salah satu tujuan wisata terutama masyarakat yang ingin berfoto di bawah air, Umbul Ponggok. Sejak saat itu juga hingga sekarang tanah di Desa Ponggok meningkat tajam.
"Dulu di sini tanah dijual Rp10.000 per meter tidak laku, sekarang Rp4 juta-Rp5 juta per meter," jelasnya.
Menanggapi hal ini, Menkeu mengatakan "Mahal sekali," tukasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.