JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menilai keputusan penetapan harga eceran tertinggi (HET) beras untuk medium Rp9.450 dan premium Rp12.800 per kilogram(kg) sudah sangat baik. Untuk itu Aprindo siap melaksanakan penjualan beras yang ditetapkan dimulai pada 1 September 2017.
Sekertaris Jenderal Aprindo Solihin mengatakan, harga tersebut tentu peritel sudah mendapatkan keuntungan. Untuk itu dalam menjual beras seharga Rp9.450 untuk medium dan Rp12.800 jenis premiun pasti ada keuntungannya.
Baca juga: HET Beras Rp9.450 di Jawa, Pengusaha : Ini Sudah Mewakili Petani
"Pasti ada, sekali lagi, tidak ada peretail mana pun yang menjual beras dengan keuntungan yang besar," ujarnya di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (24/8/2017).
Pada umumnya, Solihin mengatakan, penjualan beras medium maupun premium di retail dilakukan dalam kemasan. Namun dalam diskusi beberapa waktu lalu ada usulan supaya konsumen ada pilihan dibuatkan kemasan lebih kecil dari biasanya.
Baca juga: HET Beras Masih Bisa Berubah, Mendag: Harga Naik Tidak, Turun Mungkin
"Bisanya kan 5 kilogram satu kemasan. Kemarin ada usulan ini konsumen bisa membeli lebih sedikit lagi 2,5 kg dengan harga sama. Jadi 5 kg dibagi dua saja,"tuturnya.
Di sisi lain, Solihin mengatakan, untuk keuntungan lalu dengan sekarang karena adanya HET beras tetap tidak berubah. Pasalnya margin dagang beras dulu dengan sekarang tidak terlalu besar.
Baca juga: Baca juga: Catat! Berlaku 1 September, HET Beras Berlaku di Pasar Tradisional dan Ritel Modern
"Tidak berubah lah, margin dagang beras berapa, dari dulu tidak gede. Yang jelas di bawah 10% dari distributor,"tuturnya.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.