Wapres JK: Jangan Ada Proyek Panas Bumi yang Terbengkalai

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 29 Agustus 2017 20:08 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 29 320 1765681 wapres-jk-jangan-ada-proyek-panas-bumi-yang-terbengkalai-ZFoJ5YNAHm.jpg Ilustrasi:

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan harapannya agar masalah hukum yang menimpa PT Geo Dipa Energi (Persero) dengan cepat terselesaikan, sehingga dapat membantu ketahanan energi nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Wapres JK saat menggelar pertemuan dengan dengan manajemen PT Geo Dipa Energi dalam rangka mengetahui perkembangan terakhir perusahaan BUMN tersebut, di Istana Wapres, Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (29/8/2017).

Baca Juga: Perfomance Bond Tak Cair, Geo Dipa Berpotensi Kehilangan Rp60 Miliar

Jusuf Kalla mengharapkan agar proyek panas bumi ini tidak terbengkalai. JK juga pernah datang langsung ke lapangan panas bumi Patuha (Jawa Barat) yang dikelola oleh Geo Dipa.

"Wapres RI benar-benar concern dengan permasalahan yang dihadapi oleh Geo Dipa, karenanya Beliau ingin masalah hukum yang ada itu cepat terselesaikan," kata Direktur Utama Geo Dipa Riki Ibrahim dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga: Potensi Listrik Panas Bumi di Sarulla hingga 1.000 Mw, Menteri Jonan: Salah Satu Terbesar di Dunia

Harapan Wapres JK itu disambut dengan sangat baik oleh seluruh Direktur dan Komisaris Utama Geo Dipa yang hadir dalam pertemuan tersebut.

"Pada dasarnya, kami (Geo Dipa) ingin berkontribusi untuk penambahan listrik dari panas bumi ini, terutama untuk menjaga ketahanan energi nasional dari energi baru terbarukan," kata Riki.

Riki menambahkan, bahwa pihaknya juga menyampaikan beberapa hal saat dipanggil Wapres ke kantornya, bahwa untuk kapasitas produksi yang sudah dicapai saat ini adalah kurang lebih 100 megawatt (mw) per bulan dari kedua lapangan, Dieng dan Patuha.

"Kami juga menyampaikan bahwa Geo Dipa siap untuk melakukan groundbreaking pembangunan Patuha 2, 3, 4 dan Dieng 2, 3, 4 segera setelah masalah hukum ini segera teratasi di tahun ini juga," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini