Perfomance Bond Tak Cair, Geo Dipa Berpotensi Kehilangan Rp60 Miliar

ant, Jurnalis · Jum'at 23 Juni 2017 17:22 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 23 320 1723602 perfomance-bond-tak-cair-geo-dipa-berpotensi-kehilangan-rp60-miliar-fiaaTdRl9R.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - BUMN PT Geo Dipa Energi (Persero) berpotensi kehilangan Rp60 miliar akibat tidak bisa dicairkannya jaminan pelaksanaan (performance bond) sebagai konsekuensi ketidakmampuan PT Bumigas Energi membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).

"Potensi kerugian yang sudah di depan mata adalah senilai Rp60 miliar, karena tidak bisa dicairkannya performance bond Geo Dipa," kata Sekretaris Perusahaan Geo Dipa Endang Iswandini dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (23/6/2017).

Menurut dia, sesuai keputusan Mahkamah Agung (MA), jika Bumigas tidak bisa memenuhi komitmennya membangun proyek panas bumi sesuai dengan perjanjian, maka semestinya Geo Dipa bisa mencairkan asuransi senilai Rp60 miliar.

"Namun, perfomance bond tidak bisa dicairkan karena pihak asuransinya sudah tutup beroperasi, dan sayangnya pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga saat ini belum dapat menelusurinya lagi," katanya.

Endang menilai KPK tentunya juga mencium adanya kepentingan pihak tertentu dalam kasus pembangunan panas bumi yang kini menjadi sengketa berkepanjangan itu.

Apalagi, lanjutnya, Ketua KPK Agus Rahardjo telah meminta manajemen Geo Dipa bekerja sama memberikan laporan-laporannya terkait investigasi forensik tim penyelidik KPK untuk menyelesaikan kasus secara cepat.

Setelah dilakukan analisa atau kajian selama ini, tentunya KPK akan mempercepat penyelidikan atau audit forensiknya, karena adanya potensi kerugian negara akibat tidak terbangunnya PLTP Patuha sebesar 3x55 mw dan PLTP Dieng 2x55 mw.

Di sisi lain, menurut Endang, KPK tentunya juga akan mengawasi jalannya persidangan kasus pidana mantan Dirut Geo Dipa Samsudin Warsa yang sudah terlalu lama prosesnya, untuk kasus yang sebenarnya tidak wajar dikategorikan sebagai kasus pidana.

"Dalam kasus ini yang dirugikan dan menjadi korban adalah negara dan Geo Dipa, karena Bumigas tidak memenuhi komitmen sesuai dengan yang diperjanjikan, tapi kami yang repot karena disengketakan," katanya.

Ia mengatakan selama ini persidangan telah berjalan berlarut-larut, tanpa para saksi dan ahli menemukan satupun bukti kesalahan Geo Dipa.

Malahan, lanjut Endang, banyak pihak menilai justru ada upaya-upaya kriminalisasi terhadap Geo Dipa, yang berpotensi merugikan keuangan negara.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini