Hal berbeda justru datang dari kelompok masyarakat miskin. Karena pada kuartal I-III, kelompok masyarakat miskin memiliki pertumbuhan konsumsinya lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
"Jadi memang kita lihat di satu sisi ada satu kelompok masyarakat yang pertumbuhan konsumsinya lebih tinggi dan daya belinya ada," jelasnya.
Baca Juga: Dikritik DPR soal Pertumbuhan Ekonomi 2018 Terlalu Optimistis, Sri Mulyani: Tetap Realistis!
Menurut Sri Mulyani, tingginya pertumbuhan konsumsi masyarakat miskin karena pengaruh kebijakan dari pemerintah. Di mana kebijakan tersebut memfokuskan untuk meningkatkan daya beli pada kelompok menengah ke bawah.
"Itu terjadi akibat dari berbagai kebijakan pemerintah yang memfokuskan untuk meningkatkan daya beli kelompok yang berpendapatan 40% ke bawah, sementara yang menengah ada sesuatu yang menyebabkan pertumbuhan konsumsi mereka lebih rendah dari tahun sebelumnya, ini juga penyebab dalam hal kenaikan listrik yang rumah tangga kelas menengah," jelasnya
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.