nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tidak Ada Subsidi untuk Operasional Perkotaan, Perum Damri Rugi Rp150 Juta

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 05 September 2017 14:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 05 320 1769664 tidak-ada-subsidi-untuk-operasional-perkotaan-perum-damri-rugi-rp150-juta-f4f89C1Ft6.jpg Foto: Giri Hartomo/Okezone

JAKARTA - Hingga semester I-2017, ada 24 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengalami kerugian. Salah satu BUMN yang merugi adalah Perum Damri.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perum Damri Sarmadi Usman mengakui pada semester I-2017, pihaknya termasuk ke dalam perusahaan BUMN yang merugi. Padahal kerugiannya tergolong kecil yaitu hanya Rp150 juta.

"Ruginya kecil cuma Rp150 juta, tapi walaupun rugi kecil tetap rugi," ujarnya saat ditemui di Kantor Pusat Perum Damri, Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Baca juga: Angkutan Perkotaan Dapat Subsidi Rp16,4 Miliar

Menurut Darmadi Usman, kerugian tersebut hanya berasal dari segmen tertentu saja. Adapun segmen yang dimaksud adalah segmen angkutan perkotaan yang paling banyak merugi.

"Memang sebetulnya Damri tidak rugi. Tapi yang merugi memang ada segmen tertentu yaitu segmen perkotaan," jelasnya.

Menurut Darmadi, segmen angkutan perkotaan merugikan karena tidak adanya subsidi untuk operasional yang diberikan oleh pemerintah pusat. Padahal tarif operasional DAMRI angkutan perkotaan lebih tinggi dibandingkan tarif tiket yang diberikan kepada penumpang.

Baca juga: Siapkan Rp242 M, Damri Berburu 197 Bus Baru

Segmen perkotaan ini tahun lalu diberi subsidi operasional untuk 11 kota di satu bukan Desember 2016 sehingga penugasan tersebut benar benar menjadi tanggung jawab pemerintah. Sedangkan tarif angkutan lebih rendah, sehingga secara otomatis hal tersebut sangat merugikan.

"Pada tahun 2017 ini sampai semester I, kita diminta untuk melayani angkutan perkotaan dengan bus yang merupakan dari Kemenhub. Tetapi biaya operasional tidak diberikan sehingga berkontribusi merugi untuk segmen perkotaan. Kalau yang komersil tidak merugi, karena menjadi akumulasi satu semester sehingga dampaknya itu merugi," jelas Sarmadi.

Baca juga: Damri Operasikan 10 Trayek di Timor Leste

"Karena angkutan perkotaan tarif rendah biaya operasional tinggi. Tarif rendah ditentukan Pemda biaya operasional cukup tinggi. Operasional Rp8.500 tarif Rp3.500," imbuhnya

(rzk)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini