"Kalau kondisi cuaca tetap normal (tidak hujan) hingga dasarian II Desember 2017, kami optimistis proyeksi produksi kami bisa tercapai," kata Budi.
Baca juga: Harga Garam Mahal, RI Siap Impor dari Australia
Ia menjelaskan awal kemarau tahun 2017 ini ada anomali cuaca berupa masih seringnya hujan dan membuat produksi garam tidak maksimal.
Beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf ketika berada di Sumenep juga menyatakan anomali cuaca pada kemarau tahun 2017 ini membuat produksi garam tidak maksimal.
Lahan garam di Jawa Timur tersebar di 12 kota/kabupaten, termasuk yang dimiliki PT Garam (Persero) seluas 11.593 hektare lebih.
(Fakhri Rezy)