Sudah Ada Aturan, Kenapa Merchant Masih Bebas Pungut Biaya Tambahan 3%?

Trio Hamdani, Jurnalis · Sabtu 09 September 2017 10:20 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 09 320 1772524 sudah-ada-aturan-kenapa-merchant-masih-bebas-pungut-biaya-tambahan-3-4kVAkKH3K8.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Masih ada saja merchant yang memungut biaya tambahan 3% kepada konsumennya yang bertransaksi menggunakan kartu kredit. Padahal sudah ada aturan dari Bank Indonesia (BI) guna menghilangkan praktik tersebut.

Sesuai Peraturan Bank Indonesia No.11/11/PBI/2009 ditegaskan bahwa penerbit kartu kredit wajib menghentikan kerja sama dengan toko (merchant) yang merugikan pemegang maupun penerbit kartu kredit.

Jelas-jelas, praktik semacam itu merugikan nasabah kartu kredit. Namum sudah begitu, mengapa hal tersebut masih saja terjadi?

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai, dalam hal ini pihak bank pemberi kartu kredit pada nasabah sekaligus melakukan kerja sama dengan pihak merchant bersikap kurang tegas. Sehingga merchant dengan leluasa menarik biaya tambahan 3% dari total nilai transaksi.

"Bank harusnya evaluasi merchant. Kan yang lakukan pembayaran itu bank. Sebenernya mereka udah kerjasama berapa pernjanjian persentase yang akan diberikan oleh bank (kepada merchant) itu udah dapet. Tapi dia (merchant) mintanya lebih kan, 3% itu tinggi sekali," kata Kepala Bidang Pengaduan YLKI Sularsi ketika dihubungi Okezone di Jakarta, Sabtu (9/9/2017).

Tak hanya bank saja yang kurang tegas terhadap merchant yang bekerjasama dengan si bank. Dirinya menilai, regulator pun sejauh ini terlihat melakukan pembiaran terhadap praktik-praktik semacam itu.

"Harusnya OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dalam hal ini BI (Bank Indonesia) juga melarang. Ini kan masih ada pembiaran. Karena ini praktik-praktik yang tidak bisa dibenarkan merchant melakukan ini," jelasnya.

YLKI sendiri, kata dia jelas menolak tegas praktik yang dilakukan oleh merchant dengan memungut biaya tambahan dari konsumen sebesar 3%. "YLKI selama ini adalah menolak untuk itu karena membebankan konsumen beban biaya yang tidak perlu karena kita (nasabah) kepada bank sudah membayar bunga," tandasnya.

(tro)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini