Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kolaborasi Rini Soemarno dan Susi Pudjiastuti Jaga Kualitas Air Jatiluhur

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 14 September 2017 |16:03 WIB
Kolaborasi Rini Soemarno dan Susi Pudjiastuti Jaga Kualitas Air Jatiluhur
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali melakukan penandatangan perjanjian kerjasama dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kerjasama ini dilakukan oleh PT Perum Jasa Tirta II dengan Badan Riset KKP terkait pengembangan ikan tangkap darat berbasis budi daya (culture bassed fisheries/CBF).

Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) II Djoko Saputro mengatakan, saat ini PJT II mengelola Waduk Jatiluhur dengan kapasitas air tampung sebanyak 3 miliar kubik per hari. Di mana 80% airnya didistribusikan untuk air bagi Ibu Kota Jakarta.

Baca juga: Selain Illegal Fishing, Menteri Susi Diminta Perhatikan Kepastian Usaha Sektor Perikanan  

Karena air ini untuk keperluan masyarakat banyak, maka dibutuhkan tanggung jawab untuk memastikan pasokan air berjalan baik. Sebelumnya, Djoko menceritakan bahwa sejak ada jaring apung sebanyak 33.000 menyebabkan kualitas air di bendungan menurun. Untuk itu, diperlukan suatu penataan budidaya ikan, tapi tetap memberdayakan petani ikan lokal.

"Sebagai tindak lanjut penerapan Program Jatiluhur Jernih, hari ini PJT II berkoordinasi dengan Badan Riset KKP untuk menerapkan pengusahaan dan mengembangkan ikan tangkap darat berbasis budi daya (culture bassed fisheries/CBF) secara berkelanjutan di perairan Waduk Jatiluhur,"ujarnya, di Gedung Mina Bahari IV, Kementerian KKP, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Baca juga: Ribuan Kapal Illegal Fishing, Menteri Susi: Sulit Dipercaya, tapi Itulah Fakta dari Data!

Dia mengatakan, Badan Riset KKP sudah mengembangkan Budi Daya Ikan Bandeng Air Tawar yang dapat memakan plankton secara cepat, sehingga dapat memperbaiki kualitas air waduk. Hal ini dinilai cocok bila dikembangkan di waduk Jatiluhur.

"Ikan Bandungan Air Tawar tersebut diberi pakan dan dilepas di perairan waduk tanpa jaring. Dalam periode tertentu 3-4 bulan sudah dapat dipanen dengan nilai ekonomi lebih tinggi. Selain itu kita juga bisa memberdayakan petani ikan lokal,"ujarnya.

Baca juga: Di Depan Ratusan Mahasiswa, Menteri Susi Pamer Keberhasilan Stop Illegal Fishing

Adapun ruang lingkup kerjasama pengembangan perikanan tangkap berbasis budidaya secara berkelanjutan di Waduk Ir H Djuanda.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement