Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ngaspal Pakai Sampah Plastik, Kementerian Perindustrian Diminta Cari Alat Pencacah

Giri Hartomo , Jurnalis-Sabtu, 16 September 2017 |16:08 WIB
<i>Ngaspal</i> Pakai Sampah Plastik, Kementerian Perindustrian Diminta Cari Alat Pencacah
Foto: Giri Hartomo/Okezone
A
A
A

Sementara itu, Kepala Pusat Litbang Jalan dan Jembatan Deded P. Syamsudin mengatakan, pihaknya akan menggerakkan industri dan bersedia membantu pemerintah mengumpulkan sampah plastik dari masyarakat. Nantinya, industri juga akan diajak untuk mampu menciptakan alat pencacah sampah plastik.

Baca juga: Ngaspal Jalan Bekasi, Menko Luhut: Manfaatkan Limbah Plastik Jadi Bahan Berguna

"Makanya ini mau kita gerakkan, industrinya harus dibangun. Karena stoknya ada, sampahnya sampai 5,2 juta ton per tahun. Nanti ini akan dikumpulkan. Terutama alat mencacahnya, itu yang akan kita gerakkan," katanya.

Deded menambahkan, kualitas jalan campuran aspal dan sampah plastik milik Kementerian PUPR, memiliki kualitas sama dengan jalan dengan komponen yang sama di negara lain. "Miriplah. Pokoknya intinya, plastik itu sifatnya modifier. Modifikasi meningkatkan kinerja aspal," pungkasnya.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement