JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak yakin dengan realisasi penerapan subsidi elpiji 3 kilogram (Kg) dengan metode subsidi tertutup bisa tepat sasaran di tahun 2018. Karena hingga saat ini proses persiapan subsidi tertutup antara KESDM dengan Kementerian Sosial masih dalam tahap dasar yakni pendataan.
"Namun pelaksanaannya sampai saat ini mengenai data dari kita dan yang divalidasi yang kami terima, kita akui juga sampai saat ini belum siap," ungkap Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Ego Syahrial di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (18/9/2017).
Sehingga, Ego menjelaskan agar konsumsi elpiji 3 kg ini bisa tepat sasaran bagi masyarakat miskin hingga miskin sekali dapat menikmati maka harus diawasi. Selain itu, pemerintah harus selalu menghimbau agar masyarakat mampu tidak menggunakan elpiji bersubsidi.
Sementara itu, akan dilakukan koordinasi bersama PT Pertamina (Persero) untuk melakukan pengawasan dan monitoring kepada agen dan agen penjual elpiji 3 kg. Hal ini agar penjulan gas elpiji 3 kg sampai dan dibeli hanya oleh masyarakat yang tidak mampu.
"Kita juga melakukan diversikasi program non PSO LPG tabung bright gas 5,5 Kg, itu kita minta perluasan distribusinya. Terus, yang kita lakukan adalah mengurangi konsumsi elpiji dengan melakukan peningkatan jargas kota. Namun lagi lagi, mohon izin menyampaikan saat ini masih dalam proses verifikasi dan validasi dasar. Jadi belum siap untuk menjalankan itu," tukasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.