Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Keren! Rusunami Stasiun Pondok Cina Depok Mulai Dibangun, Minat?

Giri Hartomo , Jurnalis-Senin, 02 Oktober 2017 |14:15 WIB
Keren! Rusunami Stasiun Pondok Cina Depok Mulai Dibangun, Minat?
Foto: Giri Hartomo/Okezone
A
A
A

DEPOK - Perum Perumnas bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) hari ini kembali meresmikan pembangunan rumah susun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Pondok Cina. Pembangunan ini dalam rangka percepatan pembangunan program satu juta rumah dan juga mengurangi angka backlog perumahan.

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono. Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Utama Perumnas Bambang Triwibowo.

Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo mengatakan, peresmian proyek hunian TOD ini merupakan peresmian TOD kedua setelah sebelumnya TOD Perumnas KAI di Stasiun Tanjung Barat. Perumnas dan PT KAI akan mengoptimalisasi pemanfaatan lahan strategis KAI untuk pengembangan kawasan yang terintegrasi dan inklusif berbasis TOD, terutama untuk ruang-ruang vertikal yang belum dimanfaatkan.

Baca juga: Rusun Tanjung Barat Dibangun, Setelah Itu Stasiun Mana Lagi?

"Proyek TOD Depok ini merupakan Proyek TOD kedua setelah TOD Tanjung Barat. Kami melihat animo yang luar biasa pada TOD Tanjung Barat sehingga kami men-segerakan terealisasikannya TOD Depok ini. Selain untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat guna mendapatkan hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi massal, kami juga mengusung terciptanya berkurangnya polusi di Jabodetabek”, ujarnya dalam acara peletakan batu pertama (groundbreaking) di Stasiun Pondok Cina, Depok, Senin (2/10/2017).

Menurut Bambang, tujuan pihaknya membangun kawasan TOD adalah untuk mengubah lifestyle penduduk Indonesia khususnya di kawasan Jabodetabek. Dengan dapat menerapkan aktivitas harian yang ramah lingkungan dan juga efektif serta efisien dari sisi waktu maupun biaya.

"Perumnas pernah hadir sebagai pelopor terciptanya perkembangan area Depok hingga sampai kondisi sekarang ini. Saat ini kami hadir kembali untuk meramaikan pasar property di Depok, lanjutnya. Tidak semata seperti konsep hunian yang menjamur seperti sekarang ini, namun konsep hunian yang terintegrasi dengan transportasi dan dekat dengan pusat perbelanjaan, sarana pendidikan dan lainnya," kata Bambang

Baca juga: Pasang Harga Rp200 Juta, Perumnas Tawarkan Hunian Terintegrasi dengan Stasiun

"Tujuan kami satu adalah mengubah lifestyle penduduk Indonesia, Jabodetabek pada khususnya untuk dapat menerapkan aktivitas harian yang ramah lingkungan, dan juga efektif dan efisien di sisi waktu dan biaya. Sehingga waktu luang dengan keluarga tercinta lebih banyak didapat, tambahnya," imbuhnya

Sebagai informasi, hunian ini rencananya akan dibangun empat tower dan bisa menampung 3.693 unit hunian dengan lahan seluas 27.706 m2 dan nilai investasi Rp1,45 triliun. Sekitar 25 % dari jumlah hunian memang diperuntukkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Pada proyek TOD Depok ini memiliki komposisi hunian rusunami dan anami dengan tipe hunian studio hingga tipe hunian dengan 3 kamar tidur. Khusus untuk rusunami, tipe hunian paling minimal adalah dengan luas tipe 3: 32 m2 (1 kamar tidur).

Sebagai nilai tambah proyek hunian selain terintegrasi dengan transportasi massal, TOD Depok ini juga memiliki konektivitas dengan pusat pendidikan, bisnis, perbankan, pusat pemerintahan, dan rumah sakit sebagai poros utama yang menghubungkan dengan pusat-pusat kegiatan utama di Depok.

Baca juga: Wah! Bangun Rusun Stasiun Tanjung Barat, Perumnas Habiskan Dana Rp705 Miliar

Di sisi lain, terdapat fasilitas podium, gedung parkir, zona komersil, yang terdiri dari kiosk, F&B, modern dan tradisional retail juga menyatu dengan TOD Depok ini. Sehingga, idealnya tidak hanya kebutuhan hunian yang akan terpenuhi, namun juga penciptaan nilai tambah perekonomian baru pada wilayah tersebut akan terwujud.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement