nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Simak! Makro Ekonomi hingga Kondisi Politik Bisa Dongkrak Sektor Apartemen

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 03 Oktober 2017 15:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 03 470 1787816 simak-makro-ekonomi-hingga-kondisi-politik-bisa-dongkrak-sektor-apartemen-YtSTqTfJ62.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Pemerintah terus melakukan upaya agar industri properti bisa kembali bergairah dengan mengeluarkan berbagai macam kebijakan. Pasalnya hingga kuartal III tahun 2017, industri properti khususnya sektor apartemen belum juga menunjukkan geliat positif.

Senior Associate Director Research Colliers International Ferry Salanto mengatakan pemerintah melalui Bank Indonesia perlu memperhatikan suku bunga acuannya. Karena hal tersebut bisa menjadi salah satu potensi untuk kembali menggairahkan industri apartemen pada sektor apartemen.

Apalagi, jumlah pembeli perumahan, baik apartemen maupun rumah tapak, jumlah yang membeli menggunakan KPR lebih besar dibandingkan beberapa tahun lalu. Khususnya untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Baca juga: Pasokan Terlalu Banyak, Alasan Sektor Apartemen Masih Lesu

"Dalam apartemen ada dua market karakternya berbeda. Kalau menengah bawah konsen utamanya kemampuan mereka untuk membeli baik menyediakan down payment (DP) dan cicilannya. Jadi faktor LTV atau bunga bank yang rendah sangat terpengaruh," ujarnya saat ditemui di World Trade Center, Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Selain itu lanjut Ferry, pemerintah juga perlu memperbaiki situasi politik dan kondisi ekonomi dalam negeri agar bisa stabil. Pasalnya, bagi sebagai pembeli khususnya menengah ke atas, tujuan mereka membeli apartemen adalah untuk berinvestasi.

Sehingga mereka akan sangat memperhitungkan return yang didapat dari hasil pembelian tersebut. Sedangkan kondisi politik dan ekonomi makro menjadi faktor penting agar nilai ritern apartemen bisa tinggi.

Baca juga: Tiru Singapura, Masyarakat Perkotaan di RI 'Digiring' Miliki Rumah Vertikal

"Kalau menengah ke atas beda lagi konsennya. Kebanyakan golongan ini adalah dengan motif investasi. Karena motifnya investasi mereka melihat makro ekonomi dan situasi politik yang terjadi. Karena ekspektasi mereka bagaimana barang atau project yang saya beli bisa menghasilkan sesuatu," jelasnya.

Tak hanya itu, para pengusaha juga harus mulai bergeser dari jual beli apartemen menuju sewa. Karena selain berpotensi mendapatkan return yang besar, sewa apartemen juga bisa menjadi salah satu pendongkrak lesunya properti apartemen.

"Sewa apartemen sedikit marketnya hanya 5%. Sedangkan penjualan itu 95%," kata Ferry

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini