Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Retail Modern dan Tradisional Indonesia Tak Bersinergi, Menko Darmin Iri dengan India

Trio Hamdani , Jurnalis-Rabu, 04 Oktober 2017 |11:47 WIB
Retail Modern dan Tradisional Indonesia Tak Bersinergi, Menko Darmin Iri dengan India
Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Trio Hamdani/Okezone)
A
A
A

 Baca juga: Hanya 1% Masyarakat Belanja Online Shop, Kenapa Sektor Ritel Bisa Lesu?

Misalnya, di Indonesia retail modern bisa mendapatkan distribusi barang dengan harga yang lebih murah ketimbang retail tradisional. Imbasnya, peretail modern bisa menjual barang ke masyarakat dengan harga lebih murah ketimbang yang dijual oleh peretail tradisional sehingga yang tradisional kalah bersaing.

Sementara di India, peretail tradisional bisa mendapatkan pasokan barang dengan harga yang sama murahnya dengan yang didapatkan peretail modern. Dengan demikian, India dapat dikatakan telah mampu bersinergi dengan baik. Berbanding terbalik dengan yang terjadi di Indonesia.

 Baca juga: Catat! Tingkatkan Daya Beli Bakal Jadi "Peluru Jitu" Lesatkan Kinerja Retail

"Dia tetap berkembang dengan baik, kita enggak, sehingga sinerginya dimana. Saya surprise India bisa membuat itu tetap hidup sehingga UKM ada tempat belanjanya dengan harga yang baik. Nah terlepas dari sinergi atau tidak, intinya gimana UKM tidak makin tergusur," tandasnya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement