Share

Cetak Rekor, Kapitalisasi Pasar Saham Tembus Rp6.500 Triliun

Agregasi Kamis 05 Oktober 2017 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 05 278 1789240 cetak-rekor-kapitalisasi-pasar-saham-tembus-rp6-500-triliun-0J2CM0cWgS.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Semester kedua tahun 2017 ini, pencapaian kinerja industri pasar modal cukup menggembirakan. Selain, performance indeks harga saham gabungan (IHSG) yang kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 5.939,45 pada penutupan perdagangan saham Selasa (3/10), kemarin. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mencatat pencapaian target kapitalisasi pasar sebesar Rp 6.500 triliun terealisasi.

 Baca juga: Aksi Jual Asing Dekati Rp10 Triliun, BEI: Tak Ada Penurunan di IHSG

Mengutip data RTI, Kapitalisasi Pasar (market cap) yang BEI kini sudah mencapai angka Rp 6.549,56 triliun. Jumlah ini telah melebihi target yang dibuat BEI di tahun ini. Tak hanya market cap bursa saja yang mencapai rekor. Market cap PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pun menyentuh rekor. Berdasarkan data Bloomberg, Kapitalisasi Pasar BBCA telah menembus angka Rp 501,73 triliun di hari ini.

 Baca juga: Wihh.. Jumlah Investor Aktif di BEI Naik 20%

Emiten dengan market cap terbesar kedua, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) kini sudah memiliki jumlah Kapitalisasi Pasar sebesar Rp 472,75 triliun. Posisi ini disusul oleh market cap PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) sebesar Rp 458,29 triliun. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) pun kini memiliki market cap sebesar Rp 387,79 triliun. Sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) kini memiliki market cap sebesar Rp 378,05 triliun.

 Baca juga: Keren, Pasar Modal Bisa Diakses lewat Perpustakaan Digital

Sebagai informasi, pada rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Juni lalu, Direktur Utama BEI Tito Sulistio menargetkan jumlah Kapitalisasi Pasar BEI mencapai angka Rp 6.500 triliun. Guna mencapai target ini, BEI merencanakan beberapa strategi di antaranya menambah emiten berkualitas, memudahkan emiten untuk go public, relaksasi margin, memperkuat broker, mengaktifkan investor yang sudah bertransaksi dan mengoptimalkan yang belum, serta edukasi tentang pasar modal.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini