Akuisisi Muamalat, Telisik Para Pemodal Kuat Minna Padi

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 06 Oktober 2017 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 06 278 1790159 akuisisi-muamalat-telisik-para-pemodal-kuat-minna-padi-abNyxLzQcH.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Teka teki siapa pemodal dibalik rencana PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) yang berambisi mengakusisi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menjadi perhatian pelaku pasar modal. Hal ini sangat beralasan karena aset Bank Muamalat lebih besar dibandingkan aset PADI.

Meskipun manajemen PADI menegaskan, aksi korporasi ini bersumber dari pemegang saham. Terayar, komisaris PT Minna Padi InvestamaSekuritas Tbk (PADI), Eveline Listijosuputro melakukan penambahan kepemilikan saham di perusahaan tersebut.

Sebelumnya, Eveline menggenggam saham sebanyak 1,33 miliar saham atau setara dengan 11,74% saham PADI. Namun pada tanggal 29 September 2017 dirinya melakukan jual beli saham, dimana dirinya menjual 1,84 juta saham di harga Rp1.520 per saham dan melakukan pembelian 12,57 juta saham di rentang harga pembelian Rp288 – Rp529 per saham.

”Tujuan transaksi penjualan dan pembelian kembali saham, serta berakhirnya perjanjian penjualan dan pembelian kembali saham,” ujar Marthaa Susanti, Direktur PADI dalam siaran persnya di Jakarta.

Dengan transaksi tersebut, komisaris PADI tersebut saat ini mengempit 1,34 miliar saham atau setara 11,83% dengan status kepemilikan saham merupakan kepemilikan langsung. Eveline juga telah melaporkan perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka kepada OJK sesuai dengan pasal 2 ayat 2 peraturan OJK no 11/POJK.04/2017 mengenai laporan kepemilikan atas setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.

Sebagaimana diketahui, PT Minna Padi lnvestama Sekuritas Tbk menandatangani perjanjian pengambilan saham dalam PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, dimana perseroan akan bertindak sebagai pembeli siaga dalam rangka Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Direktur Utama PADI, Djoko Julianto mengungkapkan, Bank Muamalat Indonesia berencana untuk mengeluarkan saham baru melalui HMETD, maka perseroan bermaksud untuk menjadi pemegang saham dengan cara bertindak sebagai pembeli siaga dalam aksi korporasi tersebut.

”Nilai transaksi adalah senilai Rp4,50 triliun dan jumlah saham yang akan dimiliki PADI, sekurang-kurangnya 51% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor PT Bank Muamalat Indonesia Tbk," ujarnya.

Hingga saat ini, transaksi masih dalam proses untuk dilaksanakan sesuai dengan isi dari perjanjian.”Kami akan terlebih dahulu meminta persetujuan pemegang saham atas transaksi ini dan akan memenuhi seluruh persyaratan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya.

Beredar rumor bila PADI bakal mengakuisisi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, sehingga cukup mengerek harga saham PADI melesat tajam hingga 141,42% dari harga Rp408 menjadi Rp985. Merespon pertumbuhan harga saham, direksi mengklaim hal ini tak terkait isu akuisisi.

Perseroan menjelaskan, kenaikan harga ini tidak ada hubungannya dengan isu akuisisi yang akan dilakukan oleh perseroan, melainkan karena respon pasar atas pendapatan perseroan yang meningkat tajam. ”Harga naik kemungkinan karena laporan keuangan Juni yang naik signifikan, melebihi pemdapatan full year tahun lalu jadi pasar merespon positif,” kata Djoko.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini