Minna Padi Belum Dapat Izin Akuisisi Muamalat, OJK: Syarat Right Issue Tak Lengkap

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 14:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 12 320 1844031 minna-padi-belum-dapat-izin-akuisisi-muamalat-ojk-syarat-right-issue-tak-lengkap-HowKdKSOJj.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut bahwa PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) belum melengkapi persyaratan untuk melakukan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue. Dengan demikian, niatan perusahaan untuk melakukan akuisisi terhadap PT Bank Muamalat Tbk tertunda.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen menegaskan, Minna Padi belum memenuhi seluruh persyaratan right issue sesuai ketentuan OJK.

"Tanya ke dia apa dokumen yang wajib dia sampaikan kalau mau melakukan right issue. Memang belum lengkap kalau sudah lengkap kita proses," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (12/1/2018).

Sebelumnya, perusahaan berniat untuk mengambil alih saham mayoritas di PT Bank Muamalat Tbk. Prosesnya sudah mencapai penandatangan perjanjian pengambilan saham PT Bank Muamalat lndonesia Tbk.


Baca Juga: Akuisisi Muamalat, Telisik Para Pemodal Kuat Minna Padi

Dalam akuisisi ini, PT Bannk Muamalat Tbk akan melakukan right issue. Perseroan kemudian menunjuk PT Minna Padi lnvestama Sekuritas sebagai pembeli siaga dalam rangka HMETD PT Bank Muamalat lndonesia Tbk.

Nilai transaksi tersebut, sebesar Rp4,5 triliun dengan jumlah saham yang akan dimiliki oleh Minna Padi lnvestama Sekuritas sekurang-kurangnnya 51% dari seluruh modal ditempatkan, dan disetor oleh PT Bank Muamalat lndonesia Tbk.

Selanjutnya, PT Minna Padi akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dalam rangka memperoleh persetujuan pemegang saham perseroan untuk melakukan penambahan modal melalui right issue guna membeli saham PT Bank Muamalat Tbk.


Baca Juga: Berpotensi Langgar Aturan Transaksi Saham, BEI Periksa Minna Padi

Sayangnya, RUPSLB yang rencananya digelar pada 22 Nnovember 2017 lalu batal. RUPSLB tersebut juga untuk meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana pengambilalihan saham Bank Muamalat.

“Sehubungan dengan masih diperlukannya perubahan dan/atau tambahan informasi dari OJK terkait penyelenggaraan RUPSLB yang rencananya akan dilaksanakan pada Rabu, tanggal 22 November 2017, bersama ini disampaikan bahwa RUPSLB tersebut ditunda hingga waktu dan tempat yang akan diumumkan kemudian,” demikian tertulis dalam keterbukaan informasi.

Hoesen mengatakan, OJK tidak akan menghalangi niat perseroan untuk melakukan right issue, selama seluruh persyaratan dipenuhi. Menurut dia,keputusan right issue sesungguhnya berada di tangan perseroan."Tanya ke sana, kalau proses di kita kalau ada pengajuannya pasti diproses, apalagi kita akan launching electronic submission yang bisa dipantau," tukas dia.

Akuisisi Muamalat, Telisik Para Pemodal Kuat Minna Padi

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini