Share

Soal Obligasi Daerah, Jangan Sampai Kerjaan Gubernur Bayar Utang

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 09 Oktober 2017 20:41 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 09 20 1792110 soal-obligasi-daerah-jangan-sampai-kerjaan-gubernur-bayar-utang-KafERPWpiE.jpg Foto Gubernur Lampung (Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Obligasi daerah dinilai sebagai salah satu langkah alternatif untuk menggenjot pembangunan daerah. Namun, penerbitan surat utang daerah dinilai sarat akan risiko.

Gubernur Lampung Ridho Ficardo mengatakan bahwa obligasi daerah ini rentan dengan kebijakan fiskal yang terkait politik anggaran.

Apalagi, kata dia, setiap warga negara dibatasi hanya menjabat kepala daerah maksimal dalam dua periode. Sedangkan obligasi daerah sendiri, memiliki kemungkinan nilai yang tinggi sehingga jatuh temponya bahkan bisa melebihi periode jabatan dua periode.

"Jangan sampai terus penggantinya selama 1-2 periode kerjaannya bayar utang, kemudian dicaci maki rakyat, yang sebelumnya bangun ini itu, sekarang enggak ngapa-ngapain karena bayar utang, Ini celaka," ujarnya di Kantor Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indoensia (ISEI), Senin (9/10/2017).

Belum lagi, lanjutnya, ada kemungkinan kepentingan politik yang menunggangi penerbitan obligasi daerah.

"Jadi situasinya keras, tidak mudah. Hati- hati ketika bicara pembiayaan pembangunan ekonomi pasti berpikirnya murni seluruhnya untuk pembangunn daerah. Tapi ketika masuk konsep politisi ada kesempatan-kesempatan lain,"ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Muliaman D Hadad mengatakan penerbitan obligasi daerah masih terkendala dengan keyakinan dan kepercayaan akan kapasitas suatu daerah dalam melakukan mitigasi risiko.

Oleh karena itu, dia menilai perlunya pembentukan tim khusus yang menangani obligasi daerah di setiap wilayah nantinya.

"Obligasi daerah tinggal ada will saja, yes or no ini maju tidak, sehingga dengan plus minus tadi ada risiko yang harus diperhatikan, risiko menjadi penting karena hal ini harus dilihat secara komprehensif," tukas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini