nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OJK: 10 Pemda Dinyatakan Mampu Terbitkan Obligasi Daerah

Selasa 19 Februari 2019 12:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 19 278 2019996 ojk-10-pemda-dinyatakan-mampu-terbitkan-obligasi-daerah-MqMVEXvLi1.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – Besarnya minat pemerintah daerah menerbitkan obligasi diakui langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini dikarenakan, instrumen obligasi menjadi instrumen pembiayaan yang tepat dalam mendanai infrastruktur, kendatipun proses menerbitkan obligasi daerah butuh proses panjang tidak mudah seperti menerbitkan obligasi korporasi.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan, pihaknya telah melakukan kajian dan assessment bekerjasama dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri terhadap pemerintah daerah yang dirasa sudah mampu menerbitkan obligasi daerah.

”Sekitar 10 pemerintah daerah dinyatakan mampu secara parameter. Namun masih banyak yang ingin dilihat lagi seperti dari rating dan penggunaan dananya. Dari sisi pengalaman memang belum ada,” ujarnya, dikutip dari Harian Neraca, di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Baca Juga: Percepat Pertumbuhan Ekonomi, Pemda Didorong Terbitkan Obligasi Daerah

Sebelumnya, Provinsi Kalimantan Selatan dikabarkan berminat untuk meluncurkan obligasi daerah guna membantu pembiayaan pembangunan. Direktur IBPA, Wahyu Trenggono pernah bilang, obligasi daerah tentu menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk memperoleh pendanaan tambahan selain dari alokasi umum pemerintah pusat dan pendapatan asli daerah (PAD).

"Daerah bisa meluncurkan obligasi untuk mempercepat pertumbuhan wilayah,"ujarnya.

Dia mengatakan, sebenarnya dulu DKI Jakarta sempat hampir mengeluarkan obligasi daerah. Namun, pada akhirnya dibatalkan karena lebih memilih mengefisienkan dana yang sudah ada. Dari segi keamanan, Wahyu menilai peraturan yang ada sudah cukup komprehensif. Peraturan terkait jaringan pengamanannya sudah bagus dan aman sehingga dana yang masuk tidak akan hilang karena ada jaminan, kepastian pengembalian dana dan aturan lainnya.

Meski demikian, instrumen pasar modal satu ini juga perlu persiapan yang tidak sedikit. Mulai dari persiapan teknis, kebijakan, pemahaman, sistem, koordinasi, baik dengan pemerintah pusat maupun internal pemerintah daerah. Oleh karena itu, tidak heran bila persiapannya memang cukup panjang dan penuh kehati-hatian.

Baca Juga: Pemprov Jabar Akan Terbitkan Obligasi Syariah

Wahyu menyampaikan, sudah adabeberapa provinsi yang telah melakukan persiapan panjang. Dirinya berharap setelah pemilihan 2019, pemda bisa lebih berani. Khususnya daerah tingkat I dan II seharusnya bisa siap. Secara umum, prospek obligasi daerah secara return akan sedikit di atas obligasi milik pemerintah pusat, yakni sekitar delapan-10%. Namun, ini akan bergantung juga pada kondisi daerah dan pemerintahnya.

Wahyu menilai rating dari Pefindo bisa cukup baik jika dilihat dari sisi keamanan. Ditambah ketika permintaan cukup tinggi, maka return pun bisa sedikit ditekan oleh pemda jadi lebih rendah. Sementara Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi mengakui, sejumlah daerah telah menunjukkan ketertarikan meluncurkan municipal bond. Disampaikannya, obligasi daerah yang berniat diterbitkan adalah Kalimantan Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini