Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Soal Penjualan Anak BUMN, Menperin: Yang Ada Hanya IPO

Ulfa Arieza , Jurnalis-Selasa, 10 Oktober 2017 |15:48 WIB
Soal Penjualan Anak BUMN, Menperin: Yang Ada Hanya IPO
Rapat di DPR. (Foto: Okezone)
A
A
A

Selain itu, Menperin menegaskan bahwa tidak ada penjualan daripada anak BUMN. Menperin menjelaskan yang Kementrian lakukan adalah melakukan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) dari anak BUMN serta holding BUMN.

"Kami mohon izin untuk menjelaskan tentang pemahaman dari penjualan anak BUMN. Kementerian BUMN menegaskan sampai dengan saat ini tidak ada penjualan anak BUMN. Dalam tahun ini, hanya ada empat anak BUMN yang akan IPO," jelas Airlangga.

Keempat anak BUMN tersebut adalah PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia yang merupakan anak usaha dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. GMF Aero Asia sendiri sudah resmi tercatat di pasar modal hari ini dengan kode saham GMFI. Melalui IPO ini GMF Aero Asia menargetkan dana raihan sebsar Rp1,2 triliun.

Baca Juga: Terima Keluhan Pengusaha soal BUMN, Jokowi: Saya Perintahkan Dimerger atau Dijual

Kemudian, ada PT PP Presisi yang merupakan entitas anak dari PT PP (Persero) Tbk. Dengan IPO ini PT PP Presisi menargetkan dana segar sebesar Rp3 Triliun. Lalu ada PT Wika Gedung yang merupakan anak dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) yang menargetkan akan mengantongi dana sebsar Rp3 triliun.

Terakhir, anak dari PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) yaitu PT IPC Marine Service yang menargetkan akan meraih dana Rp2 triliun dari IPO. Airlangga menegaskan, proses IPO akan dilakukan sesuai dengan ketentuan UU. "Penjualan BUMN akan sesuai dengan privatisasi dan ketentuan yang berlaku," tukas dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement