Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Yusuf Mansur: Tinggal Doa Saja, BI Izinkan Layanan Top Up PayTren

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Selasa, 10 Oktober 2017 |19:53 WIB
Yusuf Mansur: Tinggal Doa Saja, BI Izinkan Layanan <i>Top Up</i> PayTren
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

Dia menjelaskan, BI pernah memanggil Paytren. Kejadiannya, kata dia, sekitar Maret 2014. Saat itu, pihaknya meluruskan masalah yang ada. Momentum itu digunakannya sekalian lapor tentang pengajuan izin emoney.

Baca Juga: Soal Uang Elektronik, BI Minta E-Commerce Jalankan Bisnis Sesuai Aturan

Sesuai aturan, BI membatasi deposit Rp10 juta. Tapi, kata dia, pihaknya hanya mengambil maksimal Rp5 juta. “Akhirnya 2017 ngajuin. Bukan Juli. Karena memang bukanya bulan itu. Sebelumnya kami intip-intip terus. Kapan dibukanya. Tiga tahun kami nunggu. Makanya kami sedikit dapat pujian, termasuk yang pertama-pertama ngajuin, dan termasuk yang pertama-pertama melengkapi berkas. Bahkan sampai audit IT dan audit keuangan. Kami dipuji BI, sebab ga nahan-nahan duit orang di ecommerce kami. Sesuai prinsip syariah. Sementara bisa jadi di tempat lain, ada penahanan sampe 21 hari kerja misalnya,” kata dia.

Begitu mengajukan izin di Juli, dia melanjutkan, pihaknya langsung total ikut aturan. Termasuk aturan mitra baru tidak boleh deposit dulu per 1 september. Sementara yang lama, disesuaikan maksimal Rp1 juta saja atau disesuaikan dengan dana floating yang maksimal Rp1 miliar per hari.

“Paytren termasuk paling oke KYC (know Youth customer)-nya. Pengguna, dari awal, harus verified. Dengan foto diri dan KTP. Dan masih dilengkapi dengan beberapa hal. Seperti wajib ikut kelas pelatihan. Selebihnya, kami pastikan, kami ikut aturan. Alhamdulillaah,” tegas Yusuf Mansur.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement