Image

Harga Bioetanol Lebih Mahal dari Pertamax, DEN Minta Insentif ke Sri Mulyani

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 13:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 12 320 1793971 harga-bioetanol-lebih-mahal-dari-pertamax-den-minta-insentif-ke-sri-mulyani-exlbNr1wZu.jpg Foto: Feby/Okezone

JAKARTA - Dalam rangka meningkatkan bauran energi pemerintah mendorong penggunaan bioetanol sebagai alternatif pilihan bahan bakar. Namun kenyataannya, bioetanol terbilang masih mahal dibandingkan jenis bahan bakar lainnya seperti Pertamax.

Sekertaris Jenderal DEN Saleh Abdurrahman mengatakan, penerapan bioetanol harus disosialisasikan kepada masyarakat. Selain itu juga harus ada harga yang kompetitif supaya minat masyarakat mau menggunakannya.

Baca Juga: Simak! Realisasi Energi Baru Terbarukan untuk Listrik Melampaui Target APBN 2017

"Kalau biodiesel kan ada BP Sawit yang cost produksi dan cost jual oleh Pertamina bisa ditutup. Nah kalau ethanol ini, jadi HEP bioetanol lebih tinggi daripada harga jual pertamax sekarang. Jadi kalau misalnya Pertamina jual bio pertamax dia harus nambahin cost, selisih dengan pertamax bisa Rp1.000-Rp2.000," ujarnya, di Gedung Heritage, Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Dalam sidang DEN ke-23, Saleh mengatakan, bahwa Ketua Harian DEN sudah meminta Kementerian Keuangan membantu memberikan insentif supaya penerapan bioetanol bisa dilakukan.

"Insentif apa kita belum tahu. Tapi tadi diminta untuk implementasi E2,E5 dan seterusnya itu perlu ada kajian integrasi tidak hanya pemerintah, tapi ada Hiswana, Gaikindo, sehingga dari sisi engine selesai," ujarnya.

Baca Juga: Ditanya DPR soal Target 23% Energi Baru Terbarukan, Menteri Jonan: Bisa!

Penerapan bioetanol juga masih dalam studi, di mana Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perhubungan akan menjadi pemimpin dalam berdiskusi dengan stakeholder terkait.

"Dia yang kumpulkan stakeholder bicara aspek teknis, kemudian melibatkan Kemenkeu kalau diterapkan itu apa yang bisa diberikan kepada produsen supaya Pertamina beli dia kompetitif. Ini lagi dikaji dan diharapkan kajian bisa lebih cepat supaya target RUEN bisa tercapai,” imbuh dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini