Image

Jalan Tol Pelembang-Pemulutan Belum Selesai Semua, Jokowi Minta Masyarakat Bersabar

ant, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 21:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 12 320 1794403 jalan-tol-pelembang-pemulutan-belum-selesai-semua-jokowi-minta-masyarakat-bersabar-IzfLS1gWyQ.jpg Foto: Antara

PALEMBANG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan penyelesaian pembangunan jalan tol dapat meningkatkan kompetensi bisnis Indonesia karena akan mengurangi harga barang.

Baca juga: Resmikan Jalan Tol Palembang-Pemulutan, Jokowi: Ini yang Pertama di Sumatera Selatan

"Baik tol di Jawa maupun di luar Jawa akan memperkuat fondasi kita dalam rangka kompetisi global, artinya apa? 'Global Competitiveness Index' kita pasti lebih baik karena mobilitas barang dan orang pasti akan lebih cepat, akhirnya biaya transportasi barang lebih rendah dan harga barang akan turun. Tapi ini memerlukan waktu, karena memang (ruas tol) belum selesai semuanya," kata Presiden Jokowi di dekat gerbang tol Palembang-Pemulutan, Palembang,Sumatera Selatan, Kamis (12/10/2017).

Presiden Jokowi meresmikan jalan tol Palembang-Indralaya seksi I yaitu ruas Palembang-Pemulutan sepanjang 7,75 kilometer (km) yang merupakan jalan tol pertama di Sumatera Selatan.

Tol Pelembang-Pemulutan terdiri atas tiga seksi yaitu seksi I ruas Palembang-Pemulutan sepanjang 7,75 kilometer; seksi II Pemulutan-Kota Terpadu Mandiri (KTM) sepanjang 4,9 kilometer dan seksi III KTM-Simpang Indralaya sepanjang 8,5 kilometer sehingga total selesai lebih dari 21 kilometer.

Baca juga: Baru Diresmikan, Jokowi Minta Jalan Tol Palembang-Pemulutan Gratis 2 Bulan

"Seperti tol di Balikpapan-Samarinda yang tertunda selama delapan tahun sebenarnya hanya ada dua permasalahan yaitu pertama melewati lahan konservasi dan kedua melewati lahannya Kodam," ungkap Presiden.

"Kalau saya gampang, tinggal telepon Panglima (TNI) agar ini segera diselesaikan, ya sehari dua hari selesai. Begitu juga lahan konservasi, konservasi penting tapi diambil tidak banyak, saya telepon menteri LHK, dua hari rampung. Persoalan kecil-kecil ini bisa diselesaikan tapi tidak selesai kalau kita tidak berani memerintah terhadap otoritas yang memutuskan," jelas Jokowi.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Direktur Utama Hutama Karya I Gusti Ngurah Putra dari pihak kontraktor.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini