nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bisakah Pengembang Swasta Garap Hunian Dekat Stasiun di Tanah PT KAI?

Trio Hamdani, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017 14:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 12 470 1794041 bisakah-pengembang-swasta-garap-hunian-dekat-stasiun-di-tanah-pt-kai-SKCZxiIMhC.jpg Foto: Trio/Okezone

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian BUMN tengah menggencarkan pembangunan hunian vertikal berkonsep Transit Oriented Development yang terintegrasi dengan moda transportasi massal.

Terkait proyek pembangunan hunian TOD yang digencarkan oleh Kementerian BUMN, disinyalir membuat pengembang perumahan swasta iri lantaran tidak dilibatkan. Sebagaimana diketahui dalam proyek yang satu ini memang dikerjakan oleh BUMN saja.

Baca Juga: Menarik! Beli Hunian di Stasiun Dapat Hadiah hingga Antar-Jemput Kereta

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memberikan suaranya mengenai BUMN dalam proyek TOD. Menurut dia sah-sah saja jika hunian berkonsep TOD ini dikerjakan oleh BUMN karena adanya suatu faktor.

"Memang itu kan tanah negara, tanah KAI kan," jelas Basuki ketika ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Baca Juga: Minta Hunian Dekat Stasiun Diperluas, Menteri Rini: 22 Meter Persegi Itu Sempit

Namun, kata dia, swasta juga bisa saja terlibat dalam pembangunan hunian TOD di tanah milik KAI. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi oleh pengembang swasta. Hunian TOD sendiri diinstruksikan agar 30% unitnya diarahkan ke MBR yang harganya terjangkau buat mereka.

"Makanya di tempat saya kalau TOD itu harus minimal 30% untuk MBR. Mau enggak itu swasta. Karena harus ada itu. Per meter persegi Rp7 juta. Jadi kita punya ancang-ancang itu. 35% minimal harus untuk MBR. Kalau luasannya 32 meter persegi, harga ya Rp224 juta," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini