Image

Harga 51% Saham Freeport USD4 Miliar, Bos Inalum: Itu Perhitungan Bagus

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 14:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 13 320 1794706 harga-51-saham-freeport-usd4-miliar-bos-inalum-itu-perhitungan-bagus-9HjjC0id53.jpg Foto: Feby/Okezone

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengarahkan supaya hasil perundingan Freeport Indonesia dengan pemerintah harus mencapai kesepakatan bersama. Hal ini berlaku pada perhitungan nilai divestasi 51% saham, di mana antara kedua belah pihak harus saling menerima.

Kondisi saat ini, induk usaha Freeport Indonesia, Freeport McMoran sudah menyatakan ketidaksetujuan atas hitungan divestasi yang dilakukan Kementerian Keuangan. Penolakan tersebut pun dituangkan dalam surat yang ditujukan langsung kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menteri ESDM Ignasius Jonan sempat memberikan hitung-hitungannya untuk mentaksir berapa biaya pembelian 51% saham Freeport. Dia mengatakan, valuasi 51% saham Freeport angka jualnya sebesar USD4 miliar.

Baca Juga: Lagi di Meja Sri Mulyani, Menteri Rini: Proses Divestasi Saham Freeport Ditargetkan Selesai Kuartal I-2019

Salah satu calon pembeli 51% saham, Inalum menilai hitung Menteri ESDM tersebut sebagai langkah baik untuk merealisasikan divestasi.

"Aku rasa itu ancer-ancer yang bagus perhitungan yang bagus," ujar Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin, di Kantor Inalum, Energy Building, Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Namun, kata Budi, berapa nilai jual pastinya menunggu keputusan perundingan Freeport dengan pemerintah. Sebagai calon pembeli, Inalum akan ikut berapa pun nilai jualnya.

"Aku ikut saja dengan aturan Pak Jonan dan Ibu Ani,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasiun Jonan menerangkan, jika dilihat dari pergerakan saham Freeport McMoran dalam Bursa Efek Amerika Serikat (NYSE) nilai kapitalisasi pasarnya sebesar USD20,74 miliar. Dari nilai itu kontribusi Freeport Indonesia untuk induknya mencapai 40% atau sekira USD8 miliar.

Baca Juga: Menko Luhut Tegaskan Indonesia Siap Selenggarakan Pertemuan IMF-World Bank di Bali

"Nah mengenai (Divestasi) 51%, begini. Kalau 51% berapa berati USD4 miliar. Tentunya kalau mayoritas pasti akan minta premium. Semua kepemilikan mayoritas itu pasti ada premium, ya dihitung tinggal nego premiumnya maunya berapa dan sebagainya," ujarnya.

Kemudian, lanjut Jonan, Freeport Indonesia yang sudah beroperasi sekira 1977 sudah menjalin kerjasama dengan Rio Tinto. Freeport Indonesia menjual participacing interest 40% kepada Rio Tinto, yang sekarang sudah ditawar pasar nilainya USD3,5 miliar.

"Jadi kalau jual nilainya yang wajar. Kalau misalnya PTFI itu menilai 100% saham PTFI itu USD20 miliar atau USD16 miliar saya kira terlalu tinggi," tambah dia.

Baca Juga: Ditargetkan Selesai Maret 2019, Begini Ancang-Ancang Menteri Rini Beli Saham Freeport

Namun Jonan menyampaikan bahwa hitung-hitungan valuasi divestasi saham Freeport tidak bisa dipaparkan kepada publik. Hal ini terkait dengan strategi pemerintah dalam bernegosiasi dengan Freeport Indonesia.

"Ini mungkin kalau ditanya selanjutnya strategi negosiasi selanjutnya bagaimana, saya minta ada raker tertutup. Karena ini kalau dibuka, ya dibaca Freeport," ujarnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini