Share

Terkuak! Begini Kronologi Lengkap Duit BRI Rp6 Miliar yang Dibawa Kabur Pegawainya

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Selasa 17 Oktober 2017 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 17 320 1797276 terkuak-begini-kronologi-lengkap-duit-bri-rp6-miliar-yang-dibawa-kabur-pegawainya-r0fObZqSxU.jpg Foto: Wahyudi/Okezone

MEDAN – Setelah sempat bungkam, manajemen Bank Rakyat Indonesia (BRI) akhirnya buka suara terkait kasus dugaan penggelapan uang kas senilai Rp6 miliar, yang patut diduga dilakukan oleh dua orang pegawainya pada Jumat 13 Oktober 2017.

Pimpinan BRI Cabang Medan Amal Peranginangin mengungkapkan, uang tersebut diduga dibawa kabur oleh pegawai mereka berinisial BMS yang merupakan petugas kas, serta EP yang merupakan sopir.

Kejadian itu terjadi menjelang Salat jumat sekira pukul 12.10 WIB. Saat itu terasngka BMS dan EP ditugaskan untuk menari uang senilai Rp63 miliard ari Kantor Kas Bank Indonesia (BI) Medan. Uang itu untuk memenuhi kebutuhan tiga vendor pengisi mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang menjadi mitra mereka.

Baca Juga: Duit BRI Dibawa Kabur Pegawai Rp6 Miliar, Duh Nasib Dana Nasabah Bagaimana?

BMS dan EP yang tidak didampingi petugas keamanan kemudian datang ke Kantor Kas Bank Indonesia dengan menggunakan mobil Daihatsu Xenia berwarna hitam dengan nomor polisi BK 1602 EB milik perusahaan. BMS dan EP pun bertemu petugas tiga vendor itu di Kantor Kas BI Medan.

“Usai menerima uang tersebut dari loket kas BI, BMS kemudian membagikan uang itu kepada ketiga vendor. Namun salah satu vendor dipotong sebesar Rp6 miliar. BMS beralasan uang itu dibutuhkan mendesak untuk kas Kantor BRI Cabang Medan Putri Hijau. BMS serta EP lalu kemudian berpisah dengan ketiga vendor," kata Amal, Selasa (17/10/2017).

Pemotongan dana tersebut kemudian dilaporkan petugas vendor kepada kordinator vendor di Kantor Wilayah BRI Sumatera Utara dan dilanjutkan ke Manager Operasional BRI Medan Putri Hijau. Di sana lah baru diketahui jika pemotongan itu fiktif dan bukan atas perintah perusahaan.

“Saat coba ditanyakan ke BMS dan EP, ponselnya sudah tidak aktif. Kita lalu menunjuk sejumlah orang untuk mencari BMS dan EP sampai ke rumah mereka. Tapi karena sudah tidak ditemukan, akhirnya saya perintahkan staf untuk lapor ke polisi,” jelas Amal.

Baca Juga: Duit BRI Dibawa Kabur Pegawai Rp6 Miliar, Apakah Akan Kembali Lagi?

Amal menegaskan, bahwa proses pengambilan uang yang dilakukan dua anak buahnya ke kas BI Medan, hingga penyaluran ke vendor telah sesuai dengan prosedur operasional standar mereka. Namun dia tak membantah jika kedua petugas yang diduga melarikan yang tersebut, tidak didampingi oleh petugas keamanan saat mengambil uang tersebut.

“Memang petugas kita tidak butuh pengawalan. Karena memang mereka tidak berencana mengambil uang untuk dibawa. Mereka hanya menarik uang dari BI kemudian menyerahkan kepada vendor. Penyerahannya juga di areal Kantor Kas BI. Jadi petugas kita tak perlu pengamanan, hanya vendor yang perlu. Masalahnya petugas kita yang diberikan kewenangan, yang kemudian tidak amanah dan melarikan uang tersebut,” bebernya.

Amal menegaskan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil investigasi penyidik kepolisian atas kasusi tu. Mereka juga tengah melakukan investigasi internal atas insiden tersebut. Mereka juga tengah melakukan evaluasi menyeluruh atas sistem pengamanan pergerakan kas di BRI agar kejadian serupa tak lagi terulang.

“Ini pertama kali terjadi di cabang kita. Mungkin juga pertama kali di BRI. Maka itu kita akan melakukan evaluasi menyeluruh. Bukan hanya di petugas kas, tapi juga teller dan lain-lain. Kita akan evaluasi personel-personelnya apakah masih layak atau tidak. Kita tidak ingin ini terjadi kembali,” tandasnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini