3 Tahun Presiden Jokowi, Proyek Wisata Mangkrak 30 Tahun Berhasil Dijalankan

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 18 Oktober 2017 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 18 320 1797627 3-tahun-presiden-jokowi-proyek-wisata-mangkrak-30-tahun-berhasil-dijalankan-tHfv7MPqho.jpg Foto: Feby Novalius/Okezone

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memasuki tiga tahun masa kerjanya sebagai pemimpin bangsa. Dari sektor wisata, kepemimpinannya bersama menteri Kabinet Kerja berhasil mengembangkan pengembangan proyek wisata mangkrak 30 tahun yakni Pulau Mandalika.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, Presiden Jokowi fokus meningkatkan sektor pariwisata, di mana potensinya ke depan akan bisa menjadi penerimaan negara nomor satu melewati komoditas.

Baca juga: Menko Luhut: Presiden Jokowi Berikan Keteladanan, Sikap dan Bertindak

"Pariwisata Mandalika sudah 30 tahun, di era Presiden Jokowi ini pembangunan lebih cepat dari yang lalu. Sekarang Mandalika jadi, Bali teriak. (Turis) di sana hanya diam dua sampai hari saja. Mereka pergi ke Mandalika. Untuk itu ke depan kita akan perlebar lapangan terbang di Mandalika menjadi 3.000 meter supaya pesawat white body bisa masuk," ujarnya di Kantor Staf Presiden, Istana Negara, Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Proyek mangkrak lainnya yang dikerjakan adalah Pulau Benoa. Proyek wisata ini sudah 17 tahun tidak dikerjakan, di era Peresiden Jokowi akhirnya diteruskan pengerjaan terminal kapal pesiar.

"Pelabuhan Benoa sudah di groundbreaking. Itu selesai Agustus tahun depan. Ini ditunggu karena ke depan akan banyak kapal pesiar datang. Kita akan jadi hub kapal pesiar dunia,"ujarnya.

Baca juga: Mantap! Keamanan dan Kedaulatan Pangan Meningkat di 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Luhut mengatakan, dengan terselesaikannya proyek pariwisata yang mangkrak ini maka target pariwisata dengan 20 juta wisatawan mancanegara di 2019 bisa tercapai. Meskipun saat ini, Bali sedang ada masalah terkait aktivitas Gunung Agung.

"Bali ada masalah penurunan 20%, tapi kita yakin bisa recovery. Lain-lain akan meningkat," tandasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini