Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ternyata! Gerakan Nontunai Mampu Hemat Biaya Cetak Uang hingga 20%

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Kamis, 19 Oktober 2017 |13:17 WIB
Ternyata! Gerakan Nontunai Mampu Hemat Biaya Cetak Uang hingga 20%
Ilustrasi: Okezone
A
A
A

SUBANG – Pemerintah tengah gencar menerapkan transaksi nontunai, salah satunya untuk jalan tol. Hingga saat ini, Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) diperkirakan bisa menghemat biaya untuk mencetak uang sekitar 10%-20%.

"Ya, itu angka perkiraan. Penghematan yang didapat seperti itu dari total biaya cetak dan distribusi uang per tahun sebesar Rp16 triliun," kata Kepala Tim SP, PUR, Layanan dan Administrasi Bank Indonesia perwakilan Cirebon, Yukon Afrinaldo kepada pers di sela Bincang Sore di Cipali, Tempat Istirahat Km 102 Tol Cipali, Subang.

Yukon menjelaskan, akibat pemakaian tunai pada seluruh transaksi di Indonesia, uang kartal pecahan kecil paling cepat rusak dan karena itu harus dihancurkan. "Per tahun rata-rata uang yang harus dihancurkan sekitar Rp5-7 miliar, " katanya.

Baca juga: Manusia Diganti Jadi Mesin, Gerakan Nasional Nontunai Lahirkan PHK 20.000 Pekerja Tol?

Oleh karena itu, katanya, pemerintah dan Bank Indonesia sejak Agustus 2014 meluncurkan GNNT agar meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan instrumen nontunai. Harapannya, kata Yukon, secara berangsur-angsur terbentuk suatu komunitas atau masyarakat yang lebih menggunakan instrumen nontunai (Less Cash Society/LCS) khususnya dalam melakukan transaksi atas kegiatan ekonominya. "Bulan ini, tepatnya akhir Oktober, pengguna tol seluruh Indonesia harus gunakan uang elektronik," katanya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement