Share

Wah, Kementerian PUPR Alokasikan Rp650 Miliar untuk Program Hibah Air Minum

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 24 Oktober 2017 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 24 320 1801423 wah-kementerian-pupr-alokasikan-rp650-miliar-untuk-program-hibah-air-minum-0flB9XDVhA.jpg Foto: Giri Hartomo/Okezone

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pada 2019 menyediakan air minum 100% di seluruh Indonesia. Namun untuk mencapai target tersebut ada beberapa kendala salah satunya ada keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Srihartoyo mengatakan untuk mengatasi masalah tersebut pihaknya akan kembali menghibahkan alokasi dana dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Hal ini bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah dalam menyediakan air minum melalui pemberian insentif.

"Program hibah air minum ini dimaksudkan supaya insentif pemerintah pusat untuk mendorong Pemda dalam menyediakan air minum," ujarnya saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (24/10/2017).

Baca juga: Wih! Pejabat Kemenkeu, PUPR hingga Puluhan Bupati Bahas Proyek Air Minum

Untuk tahun ini, pemerintah telah mengalokasikan Rp750 miliar untuk menambah 220 SR dalam program hibah air minum. Jumlah tersebut naik Rp150 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp600 miliar.

Sedangkan tahun depan, Srihartoyo akan mengalokasikan Rp650 miliar untuk 215.000 SR baru. Jumlah tersebut turun sekitar Rp150 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

"Tahun ini kita mengalokasikan Rp750 miliar. Kalau tahun depan kita turun cuma Rp650 miliar," jelasnya.

Nantinya lanjut Srihartoyo, mekanisme program hibah air minum berasal dari hibah pemerintah pusat sebagai pengganti investasi yang dikeluarkan daerah berupa Penyertaan Modal Pemerintah Daerah kepada PDAM. Namun, pemerintah harus terlebih dahulu melakukan pembangunan SR terlebih dahulu.

Baca juga: Kementerian PUPR: PDAM Belum Maksimal Sediakan Air Minum yang Berkualitas

"Jadi mereka bangun dulu SRnya, nanti kita verifikasi berapa yang tersambung. Setelah itu baru kita ganti dana investasi daerah tersebut," jelasnya.

Sebagai informasi, sejak bergulir pada 2012 program ini telah meningkatkan layanan air minum kepada lebih dari 927.000 SR baru. Yang mana jumlah tersebut berasal dari 212 kabupaten dan kota, atau setara 4,5 juta jiwa kelompok MBR.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini