Saat ini lanjut Handaka, pihaknya tengah memikirkan untuk mengubah cara penyajian barang. Di mana nantinya akan menyajikan barang dari online menuju offline.
"Kami amati ini masalah bisnis saja. Kalau memang sudah sepi ya tutup. Kita ubah cara sajikan barang. Online to offline, jadi beli online nanti ambil di store. Kalau ke mall Istri belanja, suami bisa potong rambut. Macam-macam cara lah," jelasnya.
Meskipun begitu lanjut Handaka, pemerintah juga diminta untuk berpartisipasi untuk meningkatkan sektor ritel ini. Dengan cara memberikan perlakuan setara antara ritel konvensional dengan online.
Baca juga: Mendag Ungkap 3 Faktor Penyebab Pedagang Kecil Kalah dari Ritel, dari Becek hingga Mahal
"Semua masih punya kesempatan untuk tumbuh. Tapi tetap pemerintah harus antisipasi lebih jauh lagi. Bagaimana konsumsi domestik tetap tinggi tetap jalan karena ini adalah pendorong pertumbuhan ekonomi. Kami tidak minta apa-apa, cuma harus ada equal treatment. Untuk online dan offline," jelasnya.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.