Image

Sahamnya Dialihkan, Antam Tetap Jadi Perusahaan Publik

Ulfa Arieza, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 06:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 14 278 1814015 sahamnya-dialihkan-antam-tetap-jadi-perusahaan-publik-dSi0ho3mv0.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Pemerintah makin serius untuk merealisasikan pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tambang. Tiga perusahaan tambang BUMN yang tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu PT Aneka Tambang/Antam (Persero) Tbk, PT Bukit Asam Tbk (Persero) dan PT Timah (Persero) bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 29 November nanti.

Corporate Secretary Aneka Tambang Aprilandi Hidayat Setia menjelaskan, dalam RUPSLB tersebut akan dibahas tentang penambahan penyertaan modal negara (PMN) ke dalam modal saham PT Indonesia Asahan Aluminium/Inalum (Persero). Artinya, pemerintah akan mengalihkan saham yang berada di tiga BUMN tambang kepada PT Inalum.

Aprilandi mengatakan dengan adanya pengalihan ini, maka status persero Antam juga dua perusahaan tambang lainnya,akan berubah menjadi non persero. Namun, Aprilandi menegaskan PT Antam, PT Bukit Asam, dan PT Timah akan tetap mejadi perusahaan publik yang tercatat di pasar modal.

"Pada saat itu dialihakan ke meraka (Inalum) pada saat awal status PT Antam yang tadinya persero menjadi non persero. Tapi status perusahaan masih sebagai perusahaan terbuka " kata dia saat dihubungi Okezone.

Aprilandi menjelaskan, saat ini pemerintah memiliki saham Seri B atau saham biasa sebesar 65% di perseroan. Untuk mekanisme penyertaan modal kepada Inalum, nantinya akan melalui tahapan detail yang uga sedang dipersiapkan oleh empat perusahaan tambang tersebut.

"Jelas ada legalitas, baik dari sisi kami sebagai perusahaan Tbk dan juga nanti dari sisi PT Inalum dari perusahaan yang akan menerima tambahan penyertaan dari negara itu ada mekanismenya nanti," tukas dia.

Sementara itu, untuk kepemilikan Pemerintah di PT Bukit Asam Tbk (Persero) Tbk adalah sebesar 65,02% dan kepemilikan saham di PT Timah (Persero) Tbk sebesar 65%.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini